Kamis, 06 November 2008

Ujian

Tiga hari sudah ujianku selesai. Setelah sebelumnya menghabiskan cuti seminggu di rumah, macul, mupuk jagung, bersihin ladang, tanam bibit jati dan yang paling penting makan soto di Gimo. Sotonya mak nyuuuuuk eh mak nyuuuuuuus, lama ga merasakan masakan khas daerah sragen. Disini Soto penuh santan. dengan aroma yang nggak banget. Malah ngomongin soto, sebenernya aku ingin bercerita tentang ujianku. Pas hari minggu balik dari kampung, aku di kasih tahu kalau senin malam akan ada ujian kuliahku selama tiga hari. seperti biasanya sih, aku sih ga terkejut, panik, ataupun stres yang bisa buat bunuh diri. Santai aja sambil aku tanya blik ke temenku, "la emang yang akan di uji mata kul pa aja si?.hehehehe aku ga tahu jadwalnya..."

ini kebiasaanku yang selalu kupelihara, prinsipku, kuliah ga jelas yang penting waras. setelah dapat jadwal matuji dan dapat buku apa aja yang di pakai dan pengarangnya siapa, aku langsung menuju ke gramedia. Dengan penuh keyakinan aku akan dapat buku2nya, huh nihil. Dari enam buku aku cuma menemukan satu buku. Auditing, itu judul bukunya. Tebel sih, bikin aku males mempelajarinya, apalagi membelinya. 181.000 harga yang tercetak di balik buku itu. Yah kalo gini sih mending IP ku jelek dari pada beli buku seharga itu, kan jelek ga jelek ip yang penting tetep makan. ya udah deh kan Allah masih sayang aku, ntar malem aja aku sholat hajat biar besoknya di kasih ip bagus. Bisa atau ga mengerjakan soal kan ga penting, yang penting tuh ipnya bagus. Dari pada membuang waktu buat belajar, hanya untuk bisa ngerjain soal, alangkah lebih baiknya kita berdoa aja langsung supaya ip kita bagus. Ya to...?

Habis kerja jam lima sore seperti biasa aku langsung ngacir di depan tempat absen. Ya tujuannya biar cepet absen dan ngacir ke tempat kul. Seperti pepatah cina kuno mengatakan 'posisi mempengaruhi prestasi'. Hujan deres lagi, tapi ga pa2 jas hujan mahal bangetku (bukan sombong lho, tapi menurutku emang kemahalan) bisa di tes tembus air apa kagak.

Posisi strategis itu aku dapatkan juga. Tidak di sangka selama tiga hari posisiku tetep sama. Terima kasih ya ALlah... Seperti biasa dan emang amat biasa soal di bagikan. jelas dong aku ga bakalan baca soalnya, aku pasti ga ngerti soalnya. mending dari pada menghabiskan waktu buat baca soal kan lebih baik berdoa lagi, "ya semoga dalam nyonteku dan dalam aku copas ke jawaban temen2, diberi kemudahan. amin...". Aku semept lihat sifat ujiannya, Buka Buku jelas dong aku pasti ga punya buku, lawong aku ga beli kok. Tenang aku bisa buka buku temen2 sih, tapi ga seru, lebih seru aku buka jawaban temen2.

Hari kedua, sifat ujian Tutup Buku aku bahagia banget karena aku ga punya buku, jadi adil kan smeua ga buka buku. Trus aku bisa buka modul atau potokopian, kan ini bukan buku. Jadi ga melanggar norma pernyontekan yang berlaku kan. Kalo misalnya sifat ujiannya tutup buku dan modul dan potokopian pun kan masih bisa buka HP or note book. Aku jadi ketawa sendiri, gimana ya ntar ujian anak cucuku. Sifat ujiannya bisa panjang, mungki salah satunya Tutup Buku serta Modul dan Potokopian tidak boleh bawa HP apalagi melihatnya n browsing tidak boleh bawa note book tidak boleh bawa HT dan alat sandi lainnya tidak boleh bergerak dll. Tapi aku yakin, anak cucuku akan lebih pintar dariku. hehehehe

Ujian belum kelar, mati lampu lagi...yah. Terpaksa pakai penerang HP n lilin. Bedanya tipis sih ama babi ngepet. Sama2 jaga lilin tapi yang tujuan ngepetnya beda. Yang satu demi uang dan yang satu demi IP.

TIga hari di lalui dengan kerja sama yang solid, biarpun ga imbang antar sayap kanan dan kiri, tetapi alirannya lumayan padat merayap dari sayap kiri ke sayap kanan. Walaupun strikernya ga dapat asupan jawaban, tetapi kami cukup puas. Sampai ketemu UAS yang akan datang ya temen2. Marilah kita sama2 mengheningkan cipta dan berdoa smoga aku mau masuk kuliah. AMin......

Rabu, 22 Oktober 2008

Kebetulan dan Takdir

Beberapa waktu yang lalu setelah meninggalnya kakekku, tepatnya hari jumat tgl 17 Oktober 2008. Temenku yang dulu merupakan temen kuliah mantan pacarku. Yang entah kenapa ternyata orangnya asyik, dalam hal ilmu agamanya bagus, dan suka member nasehat bagus juga buatku. Ia bercerita tentang keluarganya yang baru aja dapet musibah. Aku sih kurang jelas dengan ceritanya itu. Awalnya aku kira maen2. Soalnya ini anak hobbynya emang ngerjain aku. Entah berapa kali sudah aku di kerjainnya. Mungkin saat itu puncaknya aku tidak percaya lagi dengan pernyataan dan kenyataan darinya. Kurang lebihnya dia bercerita bahwa kakaknya yang ada di Nusa Tenggara, aku lupa Barat or Timur sedang bertengkar hebat dengan mertuanya. Bahkan sampai2 kakaknya itu mau di bunuh segala. Temenku ini sangat sedih, nangis n minta bantuanku untuk meminjamkannya sejumlah uang. Tidak banyak sih paling Cuma beberpa juta. Karena yang di pulangkannya itu kakaknya beserta anak istrinya.

Hati tersentuh juga, sebenarnya tanpa dia banyak member alasan pun aku juga akan member dia bantuan atau pijaman. Aku berpikir masih punya sedikit tabungan walaupun masih di bawa ortuku. Masih punya sedikit bisnis voucher. Karena itu semua maka aku setujuin permintaannya.

Malam harinya aku di telp penjaga konterku. Tumben-tumbenan ni anak telp aku. Biasanya sama sekali tidak pernah. Bahkan dari nada telp itu terdengar sesuatu yang sangat penting sekali. Aku sebenarnya ogah-ogahan juga kesana. Kalau aku kesana bisanya karena keinginanku, bukan karena dia. Buakn masalah sombong lho…Cuma kalau aku udah cape aku ga mau kemana-mana. Aku paksain juga kesana.untuk membuka pembicaraan dia sangat berat. “mas, konter kecurian..yang ke sisa Cuma kartu perdana”. Entah ini suatu kebetulan atau sudah di takdirkan. Aku masih bisa tersenyum dan tertawa. “tenang, uang masih bisa dicari”. Katanya dia merasa bahwa siangnya sangat malas buat buka konter. Kakanya merasa lemas, adik2nya juga. Tetapi dia maksain itu karena ada tanggungan. Huh…entah….

Untuk menghilangkan stress kami berdua main Playstation sampe sepuasnya. Aku sendiri lupa sampe jam berapa. Dalam hati aku masih tenang soalnya masih punya tabungan di kampong. Beberapa hari kemudian aku mencoba nelp ke kampong, ternyata jawabannya mengecewakan. Uangku sudah habis. BAGUSSSSSSSS!!!!!!!!!! Aku tidak akan bertambah kuat kalau aku tidak mendapat rintangan. Aku sangat percaya bahwa ujian ini untuk menguji seberapa besar imanku. Bahkan aku sangat percaya aku mampu melaluinya.
Kepikiran jgua sih buat minjem teman. Aku sudah berpikir keras, ah agak pesimis juga. Aku coba juga alternative ini. Paling tidak demi temanku yang mau menyelamatkan kakaknya. Masalah bisnis bisa di rintis lagi dari awal. Dasar orang pajak. Seperti yang aku duga. Apalagi sudah modern…tetapi ada satu temen yang siap memberikanku pinjaman walaupun kalau dia tidak punya juga akan dicarikan pinjaman ke orang lain. Salut buatmu teman. Dengan berbagai solusi, temanku yang berniat menolong kakaknya akhirnya dapat juga menolong kakaknya. Soalnya aku dapat utangan so aku aksih ke temn ku itu. Hehehehe, tapi aku bilangnya uangku sendiri. Soalnya kalo ga gitu dia pasti ga mau menerima uang itu. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat.


Selasa, 21 Oktober 2008

Semak Belukar

Beberapa teman lamaku yang dulu biasa2 aja sekarang berubah menjadi luar biasa. Beberapa lagi yang dulu luar biasa, sekarang berubah menjadi super duper luar biasa. Aku yang dari dulu biasa, sekarang masih tetap biasa. Intinya dari beberapa teman lama dan teman baruku, membuka cara berpikirku sekarang. Aku harus berpikir ribuan kali kalo aku merasa yang terbaik. Bahkan untuk hal yang sangat sepele pun aku harus tertatih belajar merangkak. Jangankan yang skala ribet, yang sekala cemen pun banyak yang lebih mahir dariku. Kalau di runut kebelakang, apa sih yang bisa aku banggakan???? Kalau suatu prestasi diukur dari seberapa banyak meraih penghargaan dibidang akademik, jelas aku ga ada apa2nya. Kalau pun prestasi di ukur dari bidang ekonomi, apa lagi ini jelas bukan sebanding bagiku. Kalau memang prestasi di ukur dari social, berapa banyak sih bidang social yang bisa aku jalanin???berapa orang yang bisa aku tolong dengan kesosialanku?berapa orang yang merasa nyaman yang mengganggapku ada saatku ada??

Bagi seorang Blogger, prestasinya di ukur dari berapa banyak orang akan mengunjungi alamat blog nya. Untuk mendukung itu tentu saja di dukung oleh materi tulisan yang berkualitas. Mencoba memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri merupakan salah satu jalan untuk mencapai hal tersebut. Dulu aku bangga dengan travellingku yang aku menyebutnya backpacker. Memang itu merupakan suatu kebanggaan di kalangan komunitasku. Seberapa besar komunitasku itu, sama sekali tidak besar. Dari semua komunitasku itu seberapa banyak yang benar2 bangga padaku???atau kah mereka sebenarnya mencibir tetapi tampak bangga??

Ada salah satu temanku yang bilang, paling susah menjadi semak belukar dari pada cemara di ats bukit ataupun rumput kering. Semak belukar itu harus menjaga dirinya agar tidak sombong kepada rumput kering dan secara bersamaan harus menjaga diri agar tidak iri kepada cemara di atas bukit yang menancap kuat. Semua orang pasti mengalami hal ini. Permasalahannya berpa orang yang mampu dan mau menyadari hal ini. Berapa orang pula yang mau untuk bangkit dan berusaha menjadi cemara. Bukankah orang yang kuat itu lebih baik dari pada orang lemah yang bersabar??


Selasa, 07 Oktober 2008

kakekku tercinta, selamat jalan....

Tidak ada yang menyangka bahwa lebaran kemaren adalah saat terakhir bertemu kakekku. Aku masih melihat keceriaan di wajahnya, simpul senyum yang coba di buat demi anak cucunya. Waktu itu aku sudah merasa sedikit aneh dengan perangai kakekku. Beliau terkesan memaksakan tawa, mencoba akrab, dan sekedar menahan sesuatu hanya untuk bisa menyapa. Ketika pertama ketemu dirumahnya, aku sempat mencium tangannya. Sekedar berkata basa basi layaknya cucu kepada kakeknya. tanpa keluhan apapun, tetap semangat dalam bekerja.

AKu masih ingat ketika dulu beliau asyik menceritakan masa mudanya. Menceritakan keperkasaannya dalam menjadi arjuna. Menceritakan kehebatannya menjadi mandor proyek. Menjadi tentara rakyatnya jepang. Hingga dengan bangga berbicara dengan bahasa Jepang. Aku tahu cerita itu sering diulang-ulang, aku tahu cerita itu dianggap basi oleh anak cucunya yang lain, dan aku tahu bahwa bukan critanya sendiri yang penting, tetapi kesan kebersamaan seorang kakek dengan cucu-cucunya.

ketika beliau dengan bangga menceritakan kakek buyutku. AKu mencoba membayangkan kehebatannya. "kakek buyutmu itu menguasai ilmu pati geni, benda panas apapun yang di pegangnya akan terasa dingin. Dia pernah memegang gorengan dengan tangan, membolak-balik gorengan dengan tangan." hebat sekali kakek buyutku ini. Oh kakekku, aku tahu engkau orang yang tidak gampang menyerah, aku tahu engkau orang yang tidak gampang menyerah, orang yang memegang teguh semua prinsip-prinsipmu.

Kakek...saat ini engkau sudah tenang. Engkau beristirahat di kuburmu, tapi aku tidak bisa menemanimu, aku tidak mampu datang menjengukmu, aku hanya mengirimkan doa dari sini. kakek, maafkan cucumu ini... Aku masih ingat ketika untuk pertama kalinya engkau mengajariku main catur, ketika aku berpikiran untuk mengalahkanmu adalah hal mustahil sampai engkau untuk mengalahkanku tidak mungkin. Kakek...Kata orang engkau bagai arjuna. Dengan posturmu yang pendek bisa mendapatkan srikandi secantik dan se semampai nenekku.

Kakek...prinsipmu itu akan selalu ku pegang teguh. "le, kowe di wenehi anggota tubuh lengkap, ra kurang opo-opo. yo kuwi sing kudu mbok dadeke modal dinggo urip. wis samono, TINDAKNO!!!!" kata-kata yang gampang dicerna, gampang didengar, tapi membuat menggigil badan. Sangat suah untuk dilaksanakan. Mengusik rasa kejantananku, mengusik rasa lanangku, mengusik rasa arjunaku, dan mengusik rasa harus bisa seperti itu.

Kakek..semoga arwahmu diterima disisiNya, semoga semua amal ibadahmu diterima, semoga semua dosamu di ampuni Allah SWT, semoga akan lahir 'Mbah Sastro-Mbah Sastro' baru di kalangan anak cucumu. semoga akan lahir prinsip2 hidupmu yang telah bersemayam mengikuti jasadmu, semoga apa yang kamu capai bisa berguna unutk anak cucumu.

Ya Allah...terima amal ibadah kakeku ini, ampunilah semua dosa2nya, berikan tempat yang layak untuknya disisimu, jangan biarkan kakekku ini merasakan hawa api neraka, jangan biarkan kakekku ini merasakan siksamu yang amat pedih, berikan kebahagiaan kepadanya, karena hanya Engkaulah yang bisa memberikan semua itu.
Ya Allah...apapun yang terjadi di dunia ini, tidak lain karena kehendakmu, maafkan kami bila kami telah menyia-nyiakannya. maafkan kami karena kami tidak bisa menjadi yang terbaik buatnya. Kakek...Maafkan kami...Kami sudah memberi maaf buatmu.
Terima Kasih Kek untuk semua

Selamat jalan Kek...

Jumat, 26 September 2008

Maaf Lahir bathin Ya...

Buat semua teman2ku, aku minta maaf lahir n bathin ya...
selamat hari raya idul fitri *kecepetan dul* "ga papa dari pada nggak ngucapin"

buat bendahara gajiku, terimakasih ya. gajinya udah masuk ko... btw, tunjangannya kok belum?

buat atasanku, maaf ya bu, aku ga bisa ikut ibu ke sragen. aku sudah diajakin temenku mudik bareng. insyaallah aku kesan juga ko..
buat temen2 kantorku, ga pernah kantor sesepi ini...

buat pengendara motor di tb simatupang, andaikan tiap hari kayak gini, aku bisa berangkat lebih siang. hehehehe

buat bang tasnim, makanannya beli yang banyak ya...aku susah bawa soale *alesan ndaaaaa....*

buat havy, kalo udah ada no nya sms ya...?

buat pak polisi di jalan, tetap semangat pak!!jaga ketertiban ya, soale aku mo mudik.

buat para pemudik biker, sorry bro, aku udah terlalu tua kalo pake motor. sekarang ada yang ngajakin pake mobil.

buat semuanya yang merasa rumahnya ada di jalur mudikku (baca=jakarta-sragen via purworejo) maaf ya kalo aku tiba2 mengganggu dan minta sumbangan.

buat bang tasnim, dulu kita lewat jalur sumedang-pekalongan, sekarang mo lewat indramayu-purwokerto, gimana kalo tahun depan lewat lampung-ujung kulon-ujung genteng-ponorogo-banyuwangi-surabaya-madiun- sragen ????

buat semuanya, aku besok mo mudik pake mobil perang (kata bang sulis) doain ya, biar slamat sampe tujuan n lupa beli oleh2...

buat bu kosku, terima kasih buat makan saurnya selama ini, walaupun kata temen kosku masakanmu membosankan...

buat mbak kosku emang udin seorang pemikir kok mbak, si andre saya rasa udah cukup dewasa.

buat cs kantorku, maaf ya mejaku paling berantakan...

buat andrea hirata, sorry bro aku kemaren ga jadi nonton laskar pelangi, males!

buat buku baruku, jangankan buku baru, bukulama aja belum kebuka sampulnya...

buat seseorang yang baik hatinya, lagi ngapain kamu?lagi dimana kamu?kapan kita ketemu?


Senin, 22 September 2008

Handbook Asian Traveller

semalam beres2 kamar capek banget. nata buku seabrek, ngluarin, dipan, nyapu, n ngepel. belum setrika, nyuci baju, nyuci piring (ini pembantu apa ngekos sih...banyak amat kerjaannya?) maklum lagi menyibukkan diri dengan kegiatan yang tidak berguna.

malas juga sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. la wong aku belum mendapatkan seseorang yang mau melakukan itu semua kok. sudah malam banget, tiba2 aku pengen bikin teh panas. aku turun di lantai satu, o ya kos ku itu di lantai dua. aku ambil air panas di termos yang sudah di sediakan bu kos. tanpa sengaja aku tertarik dengan tumpukan buku yang ada di kursi samping termos. 'Handbook Asian Traveller' kira2 judulnya seperti itu, agak lupa kau. langsung aku buka hal tentang singapore. di situ tertulis dengan bahas inggris, tapi yang jelas buku ini sangat membantu banget dengan keinginanku keliling singapur, malay, thai. kalo memungkinkan sih bisa nambah negara. tergantung, waktu, kondisi, dan uang. aku akan keliling tiga negara tersebut dengan cara backpacker.

Jumat, 19 September 2008

07.29.58

Nyaris telat, sebenarnya udah biasa aku nyaris telat. Bahkan bisa dibilang aku biasa telat. Akan tetapi nyaris telatku pagi tadi di sebabkan karena serentetan kejadian yang kalau orang bilang ‘kebetulan’. Selesai berbuka puasa kemaren, aku di ajakin temenku nyari makan nasi goreng di daerah jalan Mampang. “kata ulpha, nasi goreng disini lumayan enak lho…”bikin aku tertarik aja. Ya udah deh, ga pake lama. Cabuttttttttttt!!!!!!!!!!!!!!! Dengan gesit aku pake spinku. Di perempatan ragunan yang jalanannya rusak pun tetap aku kebut spin itu. Walaupun aku tahu roda-roda spinku sangat kecil untuk bisa melewati jalanan tersebut tetap saja aku paksakan. Mumpung perempatannya belum merah.

Sepanjang jalan arah Mampang, melihat ke kanan ke kiri. Aha!! Itu dia warungnya. “Magelangan dua”aku langsung angkat bicara karena perutku masih keroncongan. Maklum orang ndeso kalau belum nasi belum kenyang. Nasinya agak lembek sekilas. Tidak seenak di Jape Methe, apalagi Mbah Surip. Agak asin, temenku sudah habis melahapnya. Wah aku ga bisa meneruskannya nih, karena terjadi pemberontakan dari lambungku. Aku ga boleh menzolimi lambungku.

Dua piring sama dua gelas teh manis seharga 24.000. lega, kenyang, bisa pulang dan tidur nyenyak. Astaga!!ban belakangku kempes. Sekuat tenaga aku dorong motorku untuk mencari tukang tambal ban. Alhamdulillah, tukang tambalnya tidak jauh2 banget. Lumayan menghabiskan energy seperempat piring nasi gorengku. Setelah beberapa lama banku selesai juga ditambal. 7.500 itu harga yang pantas untuk kenyamanan pulang.

Sampai di kos aku sempatkan menelpon seorang teman. Agak berapa lama juga. Aku ga tahu apakah ini sebabnya, tetapi ketika tengah malam aku terbangun karena lengan tangan kananku nyeri bukan main. Saking nyerinya aku sudah tidak bisa lagi tidur. Aku main game sampai waktu saur. Aku meminta tolong mbak kos ku buat memanggil tukang urut atau semacamnya. Aku sudah tidak tahan lagi. Selain itu, badanku terasa capek semua, sakit semua, dan leherku susah sekali buat nengok. Sangat kaku, sehingga harus hati2 banget dalam bergerak.

Aku di urut dari jam 5 an samapai jam 6 lewat. Sakit banget!!! Seluruh badanku dipijit, lebih tepatnya diplintir-plintir. Mbah yang mengurutku sudah sepuh, tetapi tenaganya kuat banget. Beliau menceritakan anak2nya, cucunya dan semua keluarganya. Entah hanya untuk berbagi cerita, pengusir ngantuk atau agar aku lupa akan rasa sakitku ini. Setelah 1 jam lebih di siksa, hehehhe karena emang rasanya kayak orang dipukuli. Aku kembali ke kamar dan berbaring sebentar. E malah aku ketiduran, mungkin badanku merasa nyaman kali.jam 7.05 aku belum setrika, aku ambil setrikaan, baju, celana panjang, dengan jurus membabi buta akhirnya selesai juga dalam bersetrika ria.

Ah ngapain aku mandi. Jam 7.15 aku buang air, cuci muka n gosok gigi. 7.23 aku selesai, eh ternyata temenku yang semalam baru bangun, terus mandi. Aku langsung kabur duluan membawa motorku. Eitt “danang, bantuin bapak mengangkat meja ini” yaelah dalam hati ini jam berapa?dasar bapak kosku ini, tapi ga papa deh ladang amal. Setelah acara angkat mengangkat selesai. Aku ambil motor beneran dan masih kulihat temenku baru turun. Kami berdua ngetrek ria mengejar absen. Sesekali aku Tanya posisi jam. Bukan apa2 sih, sekedar penghibur diri walaupun aku sendiri ga yakin bakal sampai tepat waktu. Kantorku sih sebenarnya ga jauh. Cuma d seberang jalan tol, tetapi untuk kesana harus muter dulu dan melewati area yang rawan macet.

Halaman kantor sudah kelihatan, langsung parkir motor tepat di depan kantor dan lari ke tangga atas lantai 2. Di depanku ada dua orang yang antri pake sidik jari. Mereka absen dengan lancar jadi tidak menghambat yang dibelakang. Aku julurkan jari tengah ke mesin scanner jari, 07.29.58. itulah angka yang tertera dimesin tersebut. Kira2 jam 7 menit ke 29 detik ke 58. Hehehe 2 detik lagi aku terlambat. Sungguh sangat berarti itungan detik itu.


Kamis, 18 September 2008

Saum sickness

Kemaren berangkat kerja rasanya berat banget. Kepalaku pusing banget, mau pingsan rasanya. Sekarangpun masih terasa. Apa aku salah makan ya…? Malamnya ka nada buka puasa bersama di kantorku…? Kalo di telaah lagi, ga ada yang aneh dari makanan itu. Apalagi beracun, eh tapi mungkin ada sesuatu lho di makanan itu. Ini bukan suudzon loh. Lawong ada temnku satu lagi diare. Temen seseksiku ga masuk tanpa keterangn. Jangan2 mereka sakit.

Keracunan!! Oh tidak, jangan sampai aku keracunan. Masa gara2 makan bersama aja bisa keracunan. Kan ga seru masuk ’lampu merah’ gara2 memakan makanan yang di sinyalir ada racunnya. Ato jangan2 ini karena perutku yang ndeso, katro. Ga biasa makan yang enyak2. Maklum, orang kampong. Ngomong2 aku masih pusing nih, perutku sakit, pengen muntah, badan pegel semua. Semoga ini bukan karena aku puasa. Bukankah puasa itu malah bikin sehat. Ya udah lah apapun itu ini lah yang ku namakan saum sickness

Senin, 15 September 2008

Ujian itu Harus Disyukuri

Ditolak!!! Sering juga sih aku merasakan hal ini. Bukan di tolak cintanya lho… aku tipe orang yang ga gampang nyerah, masih ada hari esok, bulan depan, tahun yang akan datang. Kata orang momentnya tidak tepat, ya terang aja mereka bilang gitu la wong udah di tolak. Coba kalau diterima, ‘momentnya tepat banget tuh’. Jadi inget teori jus mangga, katanya bagi cewek, seorang cowok itu bagai sebuah minuman. Si cewek belum tahu rasa minuman itu, disini aku ibaratkan sebagai jus mangga. Jangan berikan semua jus yang ada digelasmu kepada cewek itu. Soalnya kalau jus itu telah habis, dia akan meminta atau mencari gelas lain untuk diminum. Well, solusinya berikan sedikit demi sedikit. Segera tarik gelas itu bila dia mulai mau menghabiskannya. Biarkan dia penasaran. Tetep aja aku masih sedih…

Hujan!!! Hari begini terik?, sekitar jam 11.10 minggu kemaren. begitu deras, tidak biasanya. Jemuranku!!! Padahal tadi pagi aku baru jemur pakaian buat seminggu. Anginnya mengarah ke kamarku. Belum pernah terjadi semenjak aku kos disini, airnya masuk ke kamar. Karpet, jemuran, tas, buku, helm, sepatu kerja semuanya basah deh. Untung komputerku masih selamat. Lima menit doang, ternyata dalam lima menit saja bisa terjadi hujan yang bisa membasahi seluruh barang milikku. Maha Besar Allah.
Sms itu, “Sorry nang, ternyata ga prospek”. Bagusss!!!!! Lengkap sudah dalam sepuluh menit. Batik yang aku titipkan ke temenku sama sekali tidak ada yang laku, ah aku tidak mau suudzon. Padahal batik ini merupakan batik yang kualitasnya bagus. Lagian selain temenku yang ini, semuanya laku kok. Dia sudah lama membawa batikku, selama itu pula tidak memberi kabar. Padahal aku sangat berharap dengan penjualan batik ini, yang katanya sangat prospek. Aku sudah cukup banyak mengeluarkan waktu, biaya, tenaga untuk ini. Rejeki ga bakalan ketukar. Semoga semua itu adalah ujian bagiku. Ah, bukankah hanya orang-orang yang beriman saja yang di beri ujian? Jadi ingat arti surat Al-Ankabut ayat 1-3 :
“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
Jadi ingat sebuah buku yang berjudul “Seni Menikmati Ujian” Hani Saad Ghunaim terbitan Agwam. Disitu dijelaskan bahwa ujian mempunyai beberapa tujuan;
1. Tingkat Penyeleksian
Maksudnya supaya kita mengetahui dengan pengetahuan yang yakin bahwa ujian adalah bentuk pengetesan dan penyeleksian, serta ujian merupakan salah satu derajat agung dari sekian derajat kenabian. Selain itu, ujian juga merupakan bukti keridhaan Allah kepada hamba-Nya yang beriman, bukan bukti kemurkaan-Nya, sebagaimana yang disangka oleh sebagian manusia.
2. Tingkat Penyucian
Allah dengan rahmat dan kemuliaan-Nya menguji salah seorang dari kita untuk menyucikannya. Seperti sabda Rasulullah SAW : “ tidaklah seorang muslim tertimpa rasa letih, penyakit, rasa gundah, sedih, rasa sakit, kegagalan, sampai duri yang mengenai dirinya, melainkan dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya”.
Pernah Umar bin Al-Khattab melewati 40 hari tanpa ada ujian di dalamnya, dia berkata, “ ini merupakan bentuk kemurkaan Allah kepada diriku.”
3. Tingkat pendekatan, penghormatan, dan peninggian derajat
Tingkat ini merupakan buah dari penyeleksian dan penyucian. Maka, bergembiralah dan ketahuilah wahai orang yang diuji bahwa Allah mencintai anda. Lalu siapakah yang membeci anda? Jika Allah telah mencintai anda, maka kecintaan tersebut akan diikuti oleh kecintaan Jibril, dan kecintaan malaikat lainnya.
Ah, aku ga akan mengeluh. Aku yakin Allah memberikan ujian kepada siapapun pasti sesuai dengan kemampuan orang tersebut. Jadi jangan pernah bilang ‘ini di luar kemampuanku’ ya…? Mengeluh? Aku malu kalau mengeluh. Malu kepada Rasulullah SAW yang begitu banyak mendapat ujian dari Allah, tetapi masih bisa tersenyum dan bersyukur. Malu kepada Nabi Nuh yang diberikan ujian banjir bandang sebesar itu. Malu kepada Nabi Ibrahim, yang di uji buat menyembelih anaknya. Malu kepada Nabi Yusuf yang di uji dengan ketampananNya. Malu kepada Nabi Sulaiman yang diberikan harta yang melimpah yang karena itu pernah beliau lupa tidak mengerjakan sholat gara2 asyik melihat 900 ekor kuda dari 1.000 ekor kuda miliknya. Malu kepada Nabi Musa yang di kejar2 Fir’aun.
Terima kasih Allah untuk ujian yang engkau berikan.


Jumat, 12 September 2008

Rejeki hari Ini

panas juga naik motor dari Pasar Minggu ke Setia Budi. Jaraknya jauh, macet, melewati banyak polisi jaga, dan parahnya aku lupa lagi tempatnya. Menikmati pemandangan di kanan kiri jalan Rasuna Said. Koperasi Darren Smart, aku mencari nama itu dari tadi. Nihil, sepanjang jalan cuma ada gedung2 bertingkat yang dengan angkuh berdiri tegak. Masa sih aku harus menyerah?. Walaupun aku sedang puasa, aku ga bakalan menyerah. Tinggal sedikit lagi, bisikan hatiku ke telingaku. Dua dari tiga wanita berkerudung itu aku kenal, ha...mereka teman lamaku. dulu kami pernah kerja di satu kantor. Kalau aku sudah melihat mereka, berarti koperasi itu sidah dekat.

Kurang dari seratus meter setelah aku melihat tiga wanita tadi ada pintu masuk sebelah kiri menuju koperasi yang kumaksud. Waktu ashar telah tiba, tepat aku mematikan motorku dan kujajarkan dengan motor lain. 'Selain karyawan silakan parkir disini' itulah kira2 tulisan yang terpampang dekat area motor2 ini. "Mas Deni, udah waktunya Ashar, mo turun ga?aku tunggu di bawah ya..." dari pada aku harus naik ke lantai 3, tempat Mas Deni kerja, mending aku tunggu aja dia di bawah. Toh dia pasti sholat berjamaah kok.

"Assalamu 'alaikum...gimana kabarmu nang?". " Baik mas, sholat dulu yuk mas?". kerinduan kepada sang khalik bisa terobati hanya dengan kita menghadap langsung ke DIa. Tiada Tuhan selain Allah, itulah keyakinan ku sejuta persen. Seperti biasa aku berdoa kepadaNya. ada tiga doa yang biasa kupanjatkan, ya Allah berilah hambamu ini istri yang sholehah (asal tahu saja, saat ini kebutuhan saya yang paling mendesak adalah seorang istri. Bagiku, siapapun yang akan menjadi istriku, insyaAllah dia orang yang sholehah), berilah hambamu ini anak yang sholeh (huh kelanjutan dari istri sholehah), berilah hambamu rejeki yang halal (hehehe katanya kita tidak boleh minta rejeki yang halal, kata temenku kita hanya boleh minta rejeki yang baik).

Lantai 3 suasananya agak ramai. temen2ku yang dulu pada ngumpul. mereka sangat menghormati tamu dan mereka merasa senang ada yang datang silaturakhim. Heheheh, kata2 terkahir ini bisa jadi tidak benar seratus persen. Tujuan utamaku datang kesana adalah mengambil hasil pejualan Pakaian Batik dan kaos Batikku. Alhamdulillah, dalam dua bulan laku tiga ratus tujuh puluh lima rupiah. Aku jadi ingat di sepanjang jalan tadi, ada ibu2 yang menggendong anaknya sambil meminta-minta. Mereka dalam kesusahan. Bagiku rejeki ini asal bisa buat mengusir rasa laparku, itu sudah cukup. terima kasih ya Allah.

Setengah lima aku balik ke Pasar Minggu. Ada yang Ultah rupanya. Bungkusan Hoka2 Bento yang belum terbuka menumpuk disisi meja. Astagfirullah, aku semapt berpikiran apakah aku akan mendapatkan bagian. "Mas!!!minta hokben nya satu lagi buat danang" teriakan temenku membuatku kaget dan merasa sedikit senang. Bagaimanapun juga aku tadi telah berharap untuk mendapatkan HokBen itu. Allah ternyata begitu cepat mengabulkan permintaanku, bisik hatiku. "Maaf, Hokben yang dibawah sudah habis" sautan dari bawah menjawab teriakan tadi. "Maaf ya nang...". 'ga apa pa kok.." seberapa keraspun kita mengejarnya kalau belum di takdirkan jadi milik kita, tidak bakalan kita mendapatkannya.

Udah deh aku sholat maghrib aja. hari ini aku buka pake teh manis sudah cukup. Selesai sholat, masih ada ta'jil berupa gorengan dan sedikit air es. Lumayan...nyami... aku makan gorengan bareng temenku bapak2, kami sama2 belum makan besar. "Mas Danang, ini masih ada dua HokBen silakan dimakan" ini orang yang sama yang mengatakan bahwa HokBennya telah habis. Memang kita merasa bahwa Allah sering tidak mengabulkan do'a hambanya, tetapi sebernya itu cuma masalah waktu. Cepat ataupun lambat hanya Allahlah yang tahu.

Kamis, 11 September 2008

Kisah Penjual Tempe

Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyambung hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia sadar. tempenya yang dibuat dari kacang kedelai hari itu masih belum jadi, separuh jadi tepatnya. Biasaannya tempe beliau telah masak sebelum berangkat. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah memang semuanya belum masak lagi. Perempuan tua itu amat sedih sebab tempe yang belum jadi pastinya tidak akan laku dan tiadalah rezeki pada hari itu.


Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara apapun, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa , "Tuhan , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe. Amin" Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang soya itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang kedelai. Tetapi dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi. "Tuhan, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, Amin". Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan itu. Apa yang terjadi? Dia termangu dan heran kenapa tempenya masih tetap begitu!!

Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mulai didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walau bagaimanapun karena keyakinannya yg sangat tinggi dia meneruskan untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu.

Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan pergi ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak. Dia berfikir mungkin keajaiban Tuhan akan terjadi dalam perjalanannya kepasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. "Tuhan, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju kepasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini.Amin".

Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampainya di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang pasti sudah jadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Dia merasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya sumber rezekinya, hasil jualan tempe.

Dia akhirnya cuma duduk saja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia merasakan bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh jadi. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai kurang. Dia melihat-lihat kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa hari ini tidak ada hasil jualan yang bisa dibawa pulang. Namun jauh disudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Tuhan, pasti Tuhan akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat terakhir kali, "Tuhan,berikanlah jalan keluar terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini.

"Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita."Maaf ya, saya ingin bertanya, apa ibu menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum ketemu."Dia termenung dan terkanget-kaget seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum jadi. Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya "Tuhan, saat ini aku tidak mau tempe ini jadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin". Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah kagetnya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum jadi!

Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Tuhan. Wanita itu pun memborong habis semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya kepada wanita itu, "Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?" Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang kini berada di Inggris ingin makan tempe dari desa. Dikarenakan tempe itu akan dikirimkan ke England, si ibu tadi membeli tempe yang belum jadi lagi supaya apabila sampai di Inggris nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak enak lagi dan rasanya pun kurang sedap. Perempuan tua itu pun keheranan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah dimakbulkan oleh Tuhan...

Moral:

Pertama: Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan sewaktu berdoa,padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik untuk diri kita.

Kedua:. Senantiasalah berdoa dalam menjalani kehidupan seharian kita sebagai hambaNya yang lemah. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yang dipinta. Percayalah bahwa Tuhan akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rencanaNya yang mungkin di luar jangkauan kita.

Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan


Senin, 08 September 2008

Untuk seseorang yang baik hatinya

Wahai engkau yang baik hatinya... Aku tidak tahu apa yang saat ini engkau rasakan. Aku tidak tahu apa yang saat ini engkau dambakan. Aku pun tidak tahu apa yang saat ini engkau lakukan. Wahai engkau yang baik hatinya... aku ingin engkau selalu berbahagia. Aku ingin engkau selalu tersenyum dan aku pun ingin engkau mendapatkan apa yang engkau inginkan. Wahai engkau yang baik hatinya..., aku merasa tenang bila disampingmu. Aku merasa girang bila menyapamu, dan aku merasa tidak membutuhkan apapun selain dirimu. Wahai engkau yang baik hatinya..., aku bersyukur telah mengenalmu. Wahai engkau yang baik hatinya..., aku merasa bahwa engkaulah tulang rusuk kiriku. Aku merasa bahwa engkaulah Fatimah azahraku, engkaulah permaisuriku, dan engkaulah harta terbaik bagiku. Kalau pun engkau bukan semuanya yang kusebut itu, aku tidak peduli. Bagiku engkau tetap seseorang yang baik hatinya...

Wahai engkau yang baik hatinya..., jangan engkau tampak di waktu malam. Sinar rembulan akan kalah terang dari sinarmu. Jangan engkau berlarian di redanya hujan. Pelangi menawan pun akan takjub melihat pesonamu. Janganlah engkau bersenandung di pagi hari. Mentari pagi akan malu mengeluarkan pesonanya. Wahai engaku yang baik hatinya..., aku tahu engkau di puja. Aku tahu engkau di damba dan aku pun tahu engkau di cinta. Wahai engkau yang baik hatinya..., ijinkan aku sekedar mencintaimu. Ijinkan aku bisa memikirkanmu, dan ijinkan aku tuk dapat menyayangimu. Wahai engkau yang baik hatinya..., aku tahu aku tidak pantas bersanding untukmu. Bahkan aku tahu tidak pantas berkata I luv u. aku pun juga tahu aku tidak bisa memberimu kehidupan yang layak. Bahkan untuk makan saja penghasilanku belum tentu cukup. Aku tahu aku belum punya rumah yang dapat menungimu dari dingin yang menggigit dan panas yang menyengat. Aku tahu aku tidak punya mobil yang bisa melindungimu dari kepulan asap dan menjaga kecantikanmu.

Wahai engkau yang biak hatinya..., walaupun penghasilanku pas-pasan, aku akan berusaha keras mencukupi kebutuhanmu. Aku akan berusaha keras mewujudkan apapun keinginanmu. Aku akan berusaha keras menjadikan senyummu tetap berkembang. Aku pun akan berusaha keras memberikan kebahagiaan untukmu. Wahai engkau yang baik hatinya..., aku tahu aku belum punya rumah, tapi aku akan berusaha agar engkau tetap terlindung dari dingin. Aku akan berusaha agar engkau tetap terhindar dari panas. Aku akan berusaha dengan keras agar kulitmu yang indah tidak tersentuh oleh air hujan yang menusuk. Aku un akan berusaha keras agar engkau tidak menggigil oleh belaian angin malam yang menusuk. Wahai engkau yang baik hatinya..., aku tahu aku belum punya mobil yang bisa membawamu kemana-mana tanpa kehujanan, tapi wahai engkau yang baik hatinya.... Aku akan memberikanmu bermacam-macam mobil dengan bermacam-macam sopir. Tidak hanya mobil kecil, tetapi mobil besar juga. Tidak hanya antar kota, bahkan antar propinsi juga. Kita tidak perlu memikirkan jalur, tidak perlu memikirkan kemacetan bahkan tidak perlu memikirkan kapan harus membuka pedal gas ataupun menginjak rem.

Wahai engkau yang baik hatinya..., Aku hanyalah orang biasa yang bermimpi menjadi orang yang luar biasa. Aku hanyalah orang biasa yang bermimpi bersanding dengan orang yang luar biasa. Aku hanyalah orang biasa yang bermimpi membagi kebahagiaan dengan orang luar biasa. Wahai engkau yang baik hatinya..., andaikan engkau mau membagi semuanya denganku. Andaikan engkau mau mengarungi semuanya denganku dan andaikan engkau mau menghadapi semuanya denganku. Wahai engaku yang baik hatinya..., bagiku, engkau sudah cukup.


Minggu, 07 September 2008

Kisah Sepasang Sandal Jepit

Jalanan di perempatan Slipi Jaya sudah mulai rame. Dari arah Gatot Subroto ku putuskan belok kiri ke arah Pasar Slipi. Roda Spin ku menyusuri jalanan yang sangat padat. Arah semakin tidak jelas, entah ada angkot yang ngetem, kendaraan yang terparkir di kiri jalan, motor-motor yang melawan arah dan tidak mau ngalah, serta jalan yang begitu sempit. Pertigaan.. aku harus belok kiri ke pertigaan itu dan mencari Alfamart terdekat. Tidak semudah itu, angkot dan mobil semakin tidak karuan. Kendaraan parkir di kanan kiri jalan. Padahal tadi aku melihat kantor polisi yang masih berdiri di sana.
Mungkin mereka telah lelah mengatur kendaraan yang tak kunjung tertib. Untung aku bisa keluar dari kemacetan begitu cepat. Alfamart anggrek..., aku lupa kelanjutan namanya. Menuju sebelah kiri tepat di depan Alfamart yang berada disisi kanan jalan.

Oh mana hapeku, ”bos, aku sudah di depan Alfamart...”. "o ya tunggu aja di situ ya..”. tidak berapa lama Jaka (bukan nama sebenarnya, atas permintaan yang punya nama) menghampiriku dengan Honda Supra 125 X. Dia menyuruhku mengikutinya. Ada seorang penjual es buah. Motornya berhenti tepat di depan pedagang itu. "dua es di bungkus pak..” ah temenku ini, dia selalu berprinsip untuk memuliakan tamu. Hehehe walaupun tamunya aneh seperti aku. Selang beberapa saat kumandang adzan maghrib bergema di balik gedung dan perumahan. Aku perkirakan letaknya tidak begitu jauh. ”pak, esnya tidak usah dibungkus. Dimakan disini aja..”. enak juga es buah ini, selain karena pelepas dahaga, seharian berpuasa juga karena es ini gratis. Bro...thx ya...

Kami berhenti didepan pintu gerbang sebuah rumah. Wow...bagus juga rumah ini, pantes sewa kosnya mahal. ”kamarku di lantai 2”. Lengkap juga fasilitasnya disini, TV Kabel dan ’internet’. Yang terakhir ini sebenarnya bukan fasilitas kos, tetapi karena temenku menyebutnya begitu ya aku ikut aja. Daripada diusir pulangnya jauh men.

Sarung warna coklat kotak-kotak aku pake. Sudah waktunya sholat Isya rupanya. Masjidnya ga begitu jauh dari kos, tapi agak memutar dan melewati satu pintu kecil. Disini sholat terawihnya enak, tidak ada ceramah, doa dan delapan rekaat, empat rekaat salam. Dasar pemalas... selesai juga sholat terawih yang menurutku panjang ini. Aha makan...makan...!!!!! dari tadi aku belum makan besar. Masih keroncongan juga perut ini menahan lapar. Aku mencari cari sandal coklatku, merk abbe. Asal tahu saja sandal inisangat bersejarah, dulu aku membelinya tidak sengaja di kebun binatang ragunan. harganya Cuma 10.000, murah kan... kedua temenku sudah jalan keluar masjid. Selain sama si jaka aku juga sholat bareng joko, temenku satunya lagi, yang satu kos dengan jaka. ”sandalnya ga ada ya bos...?, dulu aku juga pernah kok” tahu juga si joko ini.

Jalan kaki tanpa sandal... ga papa sih, lagian sandalnya harganya murah. Sebenarnya bukan karena itu aku nyesal, tetapi karena kerugian imaterialnya. Gimana coba kalau ada cewek cantik melihat tampangku yang ganteng ini tanpa sandal. Walaupun itu Cuma sandal jepit, tapi kan di era modern ini sandal sudah menjadi bagian hidup kalau tidak mau di sebut lifestyle. ”biar aku belikan sandal jepit di Alfamart ujung sana ya...?” benar2 memuliakan tamu si jaka ini.

Sandal jepit baru... nyaman juga pakai sandal jepit. Tidak pernah aku senyaman ini dalam hidupku. sebagai pengganti kecewaku, ayam bakar paha, 2 piring nasi dan 1 lalapan besar aku lahap. Huh kenyang... semoga orang yang mengambil atau tidak sengaja mengambilnya, menukarnya atau entah bagaimanapun, sandalku itu bisa termanfaatkan dengan baik.


Kamis, 04 September 2008

Bu Dokter Yang Manis, Terima Kasih Ya…

Jalan sudah sangat padat dengan pengendara. Bahkan untuk sekedar mepet ke trotoar aja aku sangat kesusahan mencari celah. Mobil-mobil pribadi ikutan merangsek seakan berebut jatah secuil tempat untuk roda-roda mereka. Teriakan klakson, terdengar disana sini. Sumpah serapah pun tidak mau ketinggalan. Huh… Alhamdulillah ya Allah, semoga ini bisa menambah kesabaranku. Bau amis masuk menembus helm full faceku. Pasar induk Kramat Jati, itu yang terpampang di plang kiri jalan. Arah kendaraan semakin ga karuan, ada yang masuk, ada yang parkir, ada yang keluar, ada yang acuh, ada yang menyapa penumpang. Kapan sih aku bisa bernapas lega tanpa kepulan hitam knalpot mengenai tubuhku, kapan sih aku bisa memacu kencang tanpa berdecit roda-roda motorku karena tuas rem. Kapan sih aku bisa berkendara dengan tenang tanpa panik rebutan jalan. Huh….


Pusat Grosir Cilitan tampak di seberang jalan bagian kiri perempatan. Lampu lalu lintas telah malas menunjukkan merahnya. Aku nyalakan lampu tanda ke kanan. Sama aja…. Disini lebih parah. Angkot jurusan Halim ngetem lebih dari setengah jalan, kendaraan dinas pemadam kebakaran berjalan malas di tengah, pejalan kaki seakan tidak mau dan tidak bisa disalahkan telah mengambil jalur motor. Celaka !!! Honda jazz warna biru yang biasa parkir di depan tempat praktek dokter gigiku tidak ada. Semoga hari ini tidak tutup. “Mas, tunggu sebentar ya….?Ibu Dokternya baru dalam perjalanan” asistennya mencoba menenangkanku.

Lima belas menit lagi sudah adzan maghrib, tetapi tanda-tanda kedatangan Dokter Gigiku belum nampak. Tidak apa apa aku pernah lebih parah kok, menunggu Dokter ini dari jam 17.00 samapai jam 20.00. bukan… bukan karena beliau datang terlambat waktu itu, karena antrian di depanku memaksaku menunggunya lama. Tidak biasanya Bu Dokter datang terlambat. Ah, Jakarta… Mungkin mobilnya terjebak macet, atau mungkin beliau masih ada kerjaan di puskesmas. Harusnya 40 menit yang lalu tempat praktek ini sudah buka, tapi untunglah jadi aku bisa melanjutkan membaca buku Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dolar.

Honda Jazz itu dengan tergesa-gesa parkir di depan tempat praktek. “Sore bu… macet ya…?”. “ iya nih…silakan masuk…” aku heran, kenapa Bu Dokter ini bisa seramah ini ya… aduh aku telah salah menilai orang Bima. Sepuluh menit lagi buka puasa, aku disuruh langsung aja berbaring. Setiap tanggal muda tiap bulan setelah gajian aku harus mengganti karet-karet kawat gigiku. Lumayanlah tinggal menganga gigi udah bersih semua. Satu persatu kawat gigiku berubah warnanya, sekarang karetnya udah ga kelihatan (transparan). Adzan maghrib mengumandang juga, kawat gigiku beres mengikuti.

Kue bolu tersaji di meja praktek, segelas sirup dingin sangat menggoda kerongkonganku, kolak cendol sibuk di siapkan sang asisten. “kolaknya mas?orang jawa suka kolak kan?”. “iya bu soalnya manis kayak orangnya…”. “hehehe, dasar orang jawa, pede juga ya…?”. “dari pada minder, bu!”. “sebenarnya kolaknya manis bukan karena gulanya, tetapi karena makan kolaknya sambil ngeliatin saya mas...”. Wew!!!! Narsis juga nih Dokter. Emang sih Dokter yang satu ini lumayan manis. Beliau numpang lahir di Bima, Nusa Tenggara Timur. Propinsi yang eksotik, danau tiga warna di kawasan gunung kelimutu, keindahan bawah air di pulau riung, sampai kesederhanaan masyarakat desa Bena. Jadi kepingin kesana. “o ya mas, ntar kalau kesana saya di ajak ya…. Pengen deh kesana lagi. Disana indah banget, saya mau kok jadi pemandu.”


Rabu, 03 September 2008

Jakarta Dapat Merubah SIfat Anda ?

Lagu Aura Kasih ‘Long Distance’ bernyanyi kencang dari HP Sony Ericsonku yang seri nya ga tahu. Aku berusaha membuka mata, karena baru beberapa jam aku tertidur. Standart tidurku itu bisa berjam-jam. Masalah tidur sangat susah di kendalikan. Bahkan sangat ekstrim hingga kalau disuruh milih tidur apa makan, bisa2 aku milih tidur dari pada makan. “Piye boz?jam 4.30 bisa?” Sms dari siapa nih?. Oh temen ku. Namanya Ms. N, secara fisik orangnya lumayan cantik, tingginyanya cukup, kulitnya putih dan sedikit keriting. “ bisa, kalo jam 5 gimana?”. “ok, tapi greg bisa kan?”. “bentar, aku hubungi dulu…”, ternyata greg, masih di daerah Blok M lagi ada acara pameran. Dia menyatakan bisa buat datang.

Aku lihat waktu masih menunjukkan jam 04. Aku mandi seperti biasa, membawa Spin SR 125 cc kesayanganku. Ku tancap gas menuju TKP. Sampai di puteran mampang arah Blok M,

aku cari2 lokasi Mc D kiri jalan. Otakku sudah berpikir bahwa itu Mc D Kemang. Sial! Mc D itu telah tutup. Kami bertiga janjian akan ketemu di Mc D kemang. Ms N merupakan teman lamaku, dia teman pas SMU. Orangnya asyik, ceria, lucu juga, pokoknya kami pernah akrab. Kalo Greg, adalah temen seperjuanganku pas SMU, dulu selain Greg ada 3 temen lagi yang sering ngumpul bareng. Bahkan ngejar cewek pun bisa bareng.

Aku tengok ke atas terlihat arah panah hitam di plang warna hijau denga tulisan ‘kemang’. “lho jadi tadi Mc D yang tutup itu bukan Mc D kemang dong…..”. pikiranku udah mulai keroncongan, perutku udah mulai panic, dan hatiku udah mulai pusing. Langsung aku ambil arah kemang dan berharap secepat mungkin menemukan dan sampai di Mc D kemang. Di ajalan kemang ini termasuk ramai dan macet, di samping di sini banyak sekali pusat life style, restoran, arena bermain, bahkan kem chick juga ada disini. Waktu di jalan searah, di kanan jalan ada lambang M besar. aku mulai tenang, langsung meluncur ke sasaran.

Api sudah mulai menyala di samping gedung Mc D. ada kebakaran rupanya, untung apinya ga begitu besar, tetapi api itu sudah bisa menarikperhatian massa yang di sekitar situ. Aku pun tergelitik buat menyaksikan api yang tidak biasa itu. Oh ya baru inget, aku ada janji dengan Ms N dan Greg di Mc D. aku ambil HP ku dan berniat menghubungi mereka. Oh ada beberapa pesan masuk, “dmn? Masih lama?”, “Sorry gw plg aja, kelamaan nungu dah 25 mnt, malu en males. Sorry bgt, thanks”. Yah… apes aku, ada yang ngambek. Langsung aku cari kontak telp dan call. Aku minta maaf, karena aku ga tahu Mc D nya. Aku udah lama ga pernah ke kemang. “tapi kok ga ngabarin?(agak jengkel dia rupanya)”. Maaf, kalau udah di motor tuh bunyi HP ga kedengeran (kedengeran pun aku juga ga akan angkat, la wong udah sibuk ngegas kok mau di tambah2in angkat telp). Udah aku rayu, ngaku salah, aku tawarin untuk berkunjung ke kosnya… dia tetep aja bête.

Dulu dia baik, ga gampang ngambek kayak gini. Dulu aku ngledek kayak gimana aja dia tetep ketawa. Padahal kan aku udah 3-4 tahun ga ketemu. Itu pun aku ingin ketemu dia gara2 dia temen lamaku, kita bisa ketemu di tempat yang jauh kan seharusnya menjadi momen yang spesial. Kami berasal dari kota yang sama, Jawa Tengah. Apa benar Jakarta bisa ngerubah sifat seseorang? Karena acara nglobby ku gagal dan adzan maghrib udah berkumandang. Kuputuskan mencari masjid terdekat dan menunaikan sholat maghrib.

Lima menit setelah selesai sholat, aku aktifin HP dan telp greg dia udah dimana. Dia udah nunggu di Mc D rupanya. Tadi aku sempat crita ke greg tentang Ms N, dia pun coba hubungi dan member penjelasan. Sayang, tanggapannya ke dia juga sama aja. Greg juga menyayangkan hal ini. Aku sih berharap dugaanku ini salah, bagiku apapun kesalahan anda kalau itu tidak dilakukan dengan sengaja dan berkali-kali langsung dengan cepat aku maafkan anda. Mungkin standar orang dalam hal ini beda-beda, tetapi sebagaimana pun standar anda pasti bisa di generalisasikan. Asalkan pengeneralisasian itu tidak bertentangan dengan peraturan, dan norma yang berlaku.



Senin, 01 September 2008

Independence Cup : Indonesia A Pecundang apa Pahlawan ?





Asyik juga nonton sinetron. Udah lama ga nonton artis2 cantik berlaga. “Nang, ada bola…!!!!!” si udin teriak. “dimana?jam berapa?”.

Kedudukan Indonesia B vs Myanmar 1-0, aku masih saja asyik menikmati pertandingan itu di layar kaca. Jajang rupanya yang mencetak gol semata wayang itu. “bukannya Indonesia A yang main?” temenku bingung. “kan Indonesia A main jam 9..”. “masa sih? Nonton yuuuuk?”. Aku angkat tangan kiriku, aku puter supaya terlihat punggung tanganku. Disitu melingkar jam tangan merk SEIKO world time 50 m. jarum panjang belum beranjak dari garis horizontal yang saya tafsirkan itu sebagai pengganti angka 9 kalo di jam dinidng. Serasa jarum pendek belum mau menyentuh angka 8. Aku perkirakan untuk mencapai senayan dari pasar minggu tidak sampai memerlukan waktu 45 menit. “Cukup waktu kita!!”.


Aku coba telpon temen yang lain.. Andre, temen sekos, orangnya lumayan putih, ganteng, kata dia sih, tapi belum terbukti soalnya belum juga ada cewek yang nyantol sama dia. Lumayan pendek sih untuk ukuran cowok. “Ndre, masih di kantor?” setelah berbasa basi ria lewat telpon kesimpulannya dia masih dikantor, lembur, (hebat bro, Negara bangga punya pegawai sepertimu) dan tidak bersedia nonton disenayan. Aku alihkan ke no yang lain. 0817817XXX, Tasnim, orang yang tinggi badannya, Muhammadiyah banget walau kadang suka bikin aliran sendiri (tasnimiyah, aku pengikut pertamanya), rambut gondrong, ehm ganteng ga ya… “aku ga bisa e…males kemalaman”.


“Gimana, masih mau cabut ke senayan?” Mr. u mulai panik, dia coba calling temen2nya yang intinya besok jadi pergi nggak. Aku sendiri sih fleksibel, karena besoknya kan hari sabtu berarti aku libur dari kerja. Kan ada lagunya ‘pada hari sabtu kuturut ayah ke kota…..naik delman istimewa kududuk di muka…etc’. “ya udah pergi”. Dingin juga, ambil dua jaket, rantai helm (bukannya takut kehilangan helm karena harganya mahal, tetapi takut kalau ga pakai helm kan bisa ke denda polisi. Helm sih bisa beli lagi, la kalau ke denda polisi?). ngebut melewati jalan mampang. Aku Tanya ke udin, “tahu jalan Bangka dari sini ga?”. “ntar aja pulangnya kita lewat jalan Bangka, emang ada apa sih di jalan Bangka?”. Aku tuh besoknya, hari sabtu kemaren mau ketemuan sama temen lamaku. Namanya Ms. N, sekitar 4 tahunan aku ga ketemu, orangnya asyik, kulitnya putih, cantik mungkin, n rambutnya agak keriting, kalau aku ga salah. Selain dia aku juga akan bertemu dengan temen akrabku pas di smu, kedua2nya temen SMU ku. Aku berharap petemuan ini akan seru, selain kita lama ga ketemu, mereka juga sob-sob ku, ya kan sob?.

Sampai di gerbang senayan, masuk dari pintu belakang karena alasan sesuatu dan lain hal. Ramai juga yang datang. Beli dua tiket 50 ribuan, masuk berdua bareng temenku. Temenku alias udin, seorang fotografer. Kemana2 bawa kamera yang panjang lensanya susah dibayangin (selain cewek cantik emang susah dibayangin sih, apalagi yang panjang2…). Kita dapat tempat duduk di tribun sebelah kirinya VIP, di bagian pojok lapangan tim Libya. Pertandingan antara Indonesia A yang merupakan Timnas senior dan timnas Libya akan segera di mulai. Terdengar sayup- sayup suara protocol pertandingan bahwa Bambang Pamungkas dkk sudah mulai memasuki lapangan hijau, diikuti Tim Libya yang namanya aku ga tahu karena ga sempet kenalan, sibuk dengan kegiatan masing2. Tim Indonesia A dan Libya berjajar. Di mulai dari Libya yang menyanyikan lagu kebangsaan mereka, ^$%#*%&^@#&$&#*$(%&*. Pokoknya artinya aku ga tahu. Dilanjutkan Indonesia yang menyanyikan lagu kebangsaan, kebanggaan dan kepanjangan, Indonesia Raya (ga perlu di nyanyikan disini karena emang panjaaaaaaaaaaang).

Peluit tanda kick of dimulai, pertandingan lumayan seru walau sampai menit ke 10 tidak ada tendangan yang mengancam gawang. Sorakan penonton terdengar lirih, bukan karena mereka tidak semangat mendukung Tim Merah Putih, tetapi Karena memang penonton pada pertandingan itu lagi sedikit. Kira2 di menit ke 15 Tim Libya melakukan Crossing, seperti biasa kiper kebanggaan kita Markus Horison salah mengantisipasi datangnya bola dan dengan sedikit sundulan, bergetarlah gawang Indonesia. Skor Libya 1, Indonesia 0. Setelah kejadian itu para penonton bersorak, memaki, mencaci, mengeluarkan binatang, dll. Tim Indonesia masih semangat, mereka mencoba menggempur pertahanan Libya dari berbagai arah, tapi tetap saja gagal. Selanjutnya terjadi insiden yang menyebabkan pemain Libya kesakitan. Dari kacamataku sih pemain Libya sering diving walau tidak dilanggar, sering guling2 kesakitan walau tidak disentuh, bahkan sering dua pemain sekaligus teriak kesakitan. Mungkin itu Cuma buat mengulur waktu saja. Peluit panjang berbunyi, babak pertama pertandingan antara Indonesia A dan Libya dalam piala kemerdekaan berakhir. Semua pemain, pelatih, wasit dan official yang lain menuju ruang ganti.

Babak kedua akan di mulai, pemain Indonesia sudah siap2 dilapangan hijau. Mereka melakukan pemanasan, bercanda sesama pemain, melamun, dan lari2. Selang 15 menit pemain Libya belum juga muncul ke lapangan. Protocol memanggil mereka berkali2, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan semua petugas keamanan menuju pintu masuk lapangan dan melihat apa yang terjadi, massa sudah mulai mendekati pintu masuk lapangan, tetapi karena penjagaanya begitu ketat, mereka tidak bisa memasuki areal pertandingan. Di tunggu setelah 30 menit, akhirnya protocol pertandingan mengumumkan bahwa Tim Libya tidak datang dan pertandingan dimenangkan Tim Indonesia A. menurut peraturan FIFA, Tim yang tidak datang dalam waktu lebih dari 15 menit dinyatakan WO. Dengan begitu Indonesia meraih kemenangan tanpa mencetak gol. Di papan skor tertulis Indonesia A vs Libya 3-1. CONGRATULTION buat Indonesia A.

Ada beberapa yang mengelitik pikiranku. Kenapa Libya tidak mau bertanding. Pertama aku berpikir mereka takut kepada supporter Indonesia, tetapi kayaknya tidak mungkin. Jumlah supporter sedikit dan penjagaan ketat. Kedua mereka takut dengan permainan Indonesia, itu lebih tidak masuk akal, lawong mereka leading kok. Ketiga Tim dan official Indonesia menyuap Tim Libya supaya tidak bertanding, dengan demikian Indonesia bisa meraih piala kemerdekaan untuk mengobati dahaga supporter Indonesia. Aku berharap semoga ini tidak benar walaupun ini alasan yang paling logis. Terdengar sayup2 orang bercerita, bahwa Indonesia bisa kena sanksi FIFA. Ternyata dalam jumpa pers, pelatih Libya menyatakan telah di pukul oleh salah seorang pelatih Indonesia. Kacamatanya pecah dan pipinya sampai bengkak. Sampai saat ini kasus ini belum jelas, dan lagi BenDol menyatakan tidak tahu menahu masalah ini. Karena dia tidak melihat kejadian langsung , sehingga tidak berani membenarkan atau menyalahkan. Apapun itu Indonesia telah menjadi juara di even International ini walaupun dengan cara yang agak aneh.hehehehe…

Selamat kepada Indonesia A yang telah menjadi juara Independence Cup dan selamat juga kepada Indonesia B yang berada di urutan ketiga. Selamat kepada BenDol, Budi sudarsono yang menjadi topscorer dengan 5 gol.
Peserta Independence Cup
Indonesia A
Myanmar
Brunei Darussalam
Libya
Indonesia B
Kamboja

- Danang eka priyanto, Jakarta, 01 09 08 -

Jumat, 29 Agustus 2008

Ketika kedua tangan saling bersalaman

Masih asyik aku dan temen lantai 1 nonton avatar book the firebinder. Terdengar suara dari lantai 2 mengajak ngumpul buat acara halal bihalal. Suaranya agak tidak jelas di telingaku, tapi kupaksa juga mendengarnya. Yang jelas ada yang nyeletuk, mana kambing gulingnya?seketika itu pula gairah untuk halal bihalalku langsung muncul. Aku ambil sepatuku, katanya makan ga boleh pake sandal (yaiyalah kalo pake sandal kan bau). Aku mendongak ke atas sebentar terlihat semua sudah khidmat mendengar ceramah dan bacaan alquran yang aku tidak tahu artinya (maafkan aku ya ALLAH, hambamu ini terlalu banyak lalai dengan kesenangan…)


Kunaiki tangga ke lantai 2. Ada banayk yang berkumpul sih di situ, merangsek masuk ke kerumunan. Di sepanku sudak ada beberapap piring kecil dengan lontong dan daging kambing (kambing guling nih) pikirku. Setelah moderatornya cuap2, kami berkeliling untuk salam2an. Sampai di depan kambing itu pas, ternyata pada nggak melanjutkan salamannya. Mereka pada berebut mengambil jatah kambing. Aku juga DULUAN!!! Enyak2, emang kalo gratis dan banyak itu nikmat. Masya ALLAH. Setelah dua babak menghajar kambing, di lanjutkan dengan es doger dan makan nasi…sbagai penutup tidak lupa pula mengembat buah2an. Ups, maaf lagi ya ALLAH, hambamu khilaf tidak berdoa tadi.

Untuk semua pegawai, kasi, kepala kantor KPP Pratama Pancoran dan seluruh muslimin wal muslimat dimanapun berada. saya percaya bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, oleh karena itu saya berharap bisa mendapatkan banyak berkah agar dengan berkah itu bisa menguraikan dosa-dosaku yang bagai pasir, bisa mengubah sifat buruku, bisa memberikan ketengan pada hatiku, serta bisa memperbaiki akhlaku.Saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf yang sebesar besarnya, lahir maupun batin.

Doa di Bulan Ramadhan


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Allah subhaanahu wa ta’aala berjanji untuk mengabulkan doa siapapun asalkan memenuhi tiga syarat:
(1) Memohon hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, bukan selainNya.
(2) Memenuhi segala perintahNya dan
(3) Beriman kepada Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai Rabb yang Maha Kuasa mengabulkan permintaan dan menetapkan taqdir segalanya.
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)
Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana orang beriman mempunyai kesempatan begitu luas untuk berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan waktu-waktu mustajab (saat doa berpeluang besar dikabulkan Allah) tersebar dalam beberapa momen khusus sepanjang Ramadhan.

“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi 3522)
Subhanallah…! Dalam hal berdoa orang berpuasa disetarakan dengan pemimpin yang adil dan orang terzalimi. Doa orang berpuasa mustajab. Didengar, tidak ditolak Allah subhaanahu wa ta’aala. Bahkan dikabulkan insyaAllah. Setiap orang yang faham hadits ini sangat bergembira menyambut Ramadhan. Sebab itu berarti selama 29 atau 30 hari selama ia berpuasa peluang doanya dikabulkan Allah subhaanahu wa ta’aala sangatlah luas…!


Dan terlebih lagi saat menjelang berbuka ketika menanti tibanya azan Magrib. Kita harus memanfaatkan waktu sebaiknya untuk berdoa saat itu. Maka, saudaraku, manfaatkan kesempatan emas menjelang berbuka dengan mengajukan berbagai permintaan kepada Allah ta'aala. Sebab sebagian masyarakat kita malah menghabiskan waktu dengan ngobrol tidak karuan menjelang magrib di bulan Ramadhan. Padahal coba perhatikan hadits berikut:
“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)


Lalu apakah lafal khususNabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelang ifthor berbuka puasa? Beliau membaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits di bawah ini:
“Jika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berbuka, ia berdoa: Dhahabazh-zhoma-u wab tallatil-'uruq wa tsabbatal-ajru insyaa Allah “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.” (HR Abu Dawud 2010)
Mengapa di dalam doa berbuka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengatakan: ”...dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.”?
Karena sesungguhnya yang sangat diharapkan bukan semata kegembiraan pertama sewaktu berbuka di dunia, melainkan yang lebih diharapkan orang beriman ialah kegembiraan kedua yaitu saat bertemu Allah ta’aala di hari berbangkit kelak. Orang beriman ketika itu bergembira berjumpa Allah ta’aala karena puasanya sewaktu di dunia diterima olehNya. Demikianlah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda dalam hadits sebagai berikut:
“Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat kelak perjumpaannya dengan Allah ta’aala karena ibadah puasanya.” (HR Bukhary 1771)


Hidup manusia di dunia adalah pergantian antara susah dan senang. Maka selama bulan Ramadhan khususnya, marilah kita membaca yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam biasa baca ketika menghadapi keadaan susah maupun menerima karunia. Untuk mengantisipasi kesusahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melazimkan kalimat istighfar sebagaimana hadits berikut:
“Barangsiapa yang tetap melakukan istighfar, maka Allah subhaanahu wa ta’aala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan melapangkannya dari setiap kesempitan serta akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduganya.” (HR Abu Dawud 1297)
Sedangkan ketika menerima karunia, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menganjurkan kita membaca sebagaimana hadits berikut:“Setiap orang yang diberi karunia Allah ta'aala lalu ia membaca ‘Alhamdulillah’, maka Allah ta’aala akan berikan yang lebih utama daripada apa yang telah ia terima.” (HR Ibnu Majah 3795)


Ya Allah, basahi lidah kami dengan mengingatMu selalu. Cerdaskan kami dalam mengajukan doa-doa kepada Engkau sesuai situasi dan kondisi kami masing-masing mengikuti teladan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan Ramadhan. Amin ya rabb...
Wallahu a'lam bish-shawab,
wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Semoga kita termasuk hamba-hambaNya yang beriman………

Ternyata Masyarakat Baduy Lebih modern dari Masyarakat Jakarta (1)

Sesaat memasuki kawasan Suku Baduy, terbayang suatu tempat yang sepi, primitive, tidak beradab, bahkan angker.itu yang tergambar ketika hari pertama kami dating ke suku ini. Saat itu matahari sudah muali malu menampakkan mukanya, jalan yang kami lalui sudah gelap karena pohon disekitar jalan itu sangat lebat, bamboo menjulang tinggi, terdengar pula aliran arus sungai yang seakan mengikuti kami. Hawa dingin mulai merasuk, walau terkikis panas suhu badan akibat lelah perjalanan dan peluh badan. Kumbang pohon pun nggak mau absen dari suara yang mengisi perjalanan ini. Sial!!!kandung kemihku sudah mulai penuh. Berat juga kalau dipaksakan jalan. Belum lagi desa kedua belum terlihat di mata. “pak, boleh kencing dulu nggak pak?” begitu tanyaku pada pemandu kami.
“boleh”, lega aku…”tapi harus ijin dulu sama penunggunya ya..?”
Yaelah.gini aja harus ijin. Mending aku ijin pada pemiliknya penunggu aja deh..
Memasuki kampong terdekat, suasana sungguh hening. Jarang tidak terdengar obrolan basa basi orang yang suka basi. Tidak ada ocehan yang remeh receh. Tunggu dulu, apa benar mereka tidak ramah? Jangan2 kami bias diapa2in nih.. (hehehehe kayak pilem aja). Dengan sigap pemandu kami menghentikan langkah di salah satu rumah penduduk. Rumah itu terbuat dari bambu. Berbentuk panggung, dengan alas dari bambu yang di belah, biasanya ini dipakai buat lincak (tempat santai) didaerahku. Gentengnya terbuat dari ijuk, dindingnya dari bambu yang diayam (gedhek), tanpa jendela,

biasanya bagian bawah digunakan buat kandang ayam atau sekedar sarang ayam yang lagi bertelur. Konsep kandang seperti ini juga sering diaplikasikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat maupun Timur. Biasanya mereka memelihara babi atau kambing di bawah rumah mereka, sehingga kalau ternak mereka buang kotoran pas ada jamuan makan, mak nyus rasanya. Kembali ke Suku Baduy, kebetulan tempat yang kami datangi tidak digunakan buat ternak juga.

Di luar rumah kami duduk, sambil mengobrol dengan teman. Terdengar suara lirih pemandu kami sedang bercakap-cakap di dalam. Aku yakin mereka sudah sangat akrab, terdengar pula sedikit tawa di sertain kalimat mengejek diantara mereka. Entah apa bahasa mereka, maklum wong ndeso ga tahu bahasa sunda apalagi pakai kasar. Setelah beberapa saat, kami disuruh masuk rumah dan menikmati hidangan yang disuguhkan. Sebelumnya kami sempatkan buat mampir ke pasar untuk membeli bahan makanan yang akan kami makan sendiri.

Beberapa saat saya menganalisa, melihat, mengamati, mendengar dan menyimpulkan (kebolak-balik). Ternyata masyarakat disini mempunyai pemikiran yang bisa dibilang lebih modern dari masyarakat Jakarta. Pagi hari ayam jago berkokok, masyarakat Baduy begitu pula masyarakat Jakarta bangun pagi untuk menyambut dunianya masing2. Orang2 Baduy memulai pagi dengan senyum, dengan memandang alam sebagai sahabat, memandang sekitar sebagai keluarga dan partner. Orang2 Jakarta bangun pagi dengan pesimis, I hate Monday – Friday, malas ke kantor, memandang sekitar yang sudah penat dan berjubel. Masyarakat Baduy pergi ke tempat kerjanya dengan hati yang riang, mengormati orang sekitar dan mematuhi hukum yang berlaku. Masyarakat Jakarta berangkat ke kantor dengan tergesa2, tidak menghormati orang yang dilewati, saling srempet, sering jgua melanggar lampu lalu lintas. Ketika di jalan masyarakat Baduy berjalan sesuai yang telah di bangun alam (berasal dari aliran air), mereka tidak berani membuat jalan sendiri Karena itu tidak menghormati alam dan leluhur. Di Jakarta!!!jalan sudah dibikin bagus2, aspal, landai, mereka masih merebut jalannya pejalan kaki. Trotoar masih di hajar, tiap pagi aku jalan kaki jadi ga nyaman. Binatang di kawasan hutan baduy pun sangat di hormati, mereka tidak mau membunuh binatang kalau tidak buat makan. Bahkan pernah ada seorang teman yang kegigit kalajengking, pas mau dibunuh itu binatang, tidak disangka mereka nglarang dan Cuma mindahan kalajengking itu ke tempat lain supaya tidak keinjak….
(bersambung)

Senin, 25 Agustus 2008

Benarkah Adam AS lahir di Baduy?

Pak Idik itulah sosok orang Baduy yang kami wawancara seputar seluk beluk suku Baduy Dalam maupun Luar. Beliau merupakan kepala RT Kampung Gajeboh suku Baduy Luar. Orangnya ramah, sederhana (karena itu tuntutan agamanya), dan selalu patuh apa yang di katakan pemimpinnya. Kampong Gajeboh merupakan kampong ke-empat bila kita masuk ke suku Baduy. Di dalam suku Baduy sendiri terdiri dari 70 kampung Baduy Luar dan 3 kampung Baduy Dalam. Rata2 kampung yang ada di dalam desa Kanekes, kec Ciboleger, Kab lebak ini berdiri di pinggir2 aliran sungai. Seperti kebiasaan orang jaman dahulu yang mendirikan tempat pemukiman di pinggir2 sungai.

System pemerintahan dalam suku Baduy boleh dikatakan rapi. Mereka dipimpin oleh 3 kepu’unan (3 Kampung Baduy dalam) Cibeo, Cikeurta Warna, Cikeusik. Pu’un merupakan pemimpin tertinggi di bidang agama dan adat. Mereka membawahai masing2 beberapa kampung. Pembagian kampung belum jelas menurut saya, serta hubungan antar pu’un n kebijakannya masih menjadi PR buat saya. Pu’un juga membawahi 1 Jaro (yang bisa disebut lurah, jawara, kepala pemerintahan, kepala keamanan). Jaro ini bertanggung jawab terhadap ketertiban, penjagaan keamanan, palang pintu masuk, serta penjagaan dan pemurnian ajaran mereka dari budaya asing termasuk semua budaya selain budaya mereka.

Sunda Wiwitan itulah agama yang mereka anut. Bagi mereka, mematuhi adat adalah beribadah. Sekilas tentang asal muasal Sunda Wiwitan. Jaman dahulu sang Pangeran (Allah) menciptakan Nabi pertama yang di beri nama Adam. Suku baduy percaya, Adam ini mempunyai kekuatan misterius, dapat berpindah tempat dengan cepat, kebal terhadap senjata dan mampu menyembuhkan orang. Kebetulan adam ini di lahirkan di kawasan bukit Baduy yang sekarang ditinggali oleh suku Baduy. Adam ini melahirkan anak cucunya disini. Beliau mengajarkan agama yang dibawa dari TUhan dengan nama Sunda WIwitan. Bentuk agama ini menurut saya merupakan aliran kepercayaan. Tidak ada ritual khusus dari agama ini. Hanya saja ada semacam ritual yang di beri nama Kawalu. Kawalu ini merupakan bentuk lain puasa, tetapi hanya membatasai hal2 yang di sukai saja, seperti : rokok, makan ayam, ikan dari beli sayur, dll. Mereka hanya makan nasi yang dimasak dari batang bambu dibakar dan lauknya dari ikan hasil tangkapan mereka sendiri. Pelaksanaan Kawalu bersifat optional. Ada yang 1 hari dalam 1 bulan, ada pula yang 3 hari dalam 3 bulan. Pas perayaan Kawalu ini, biasanya suku Baduy tidak mau menerima tamu dari Luar Suku.

Merek juga mempercayai keberadaan agama Islam. Bagi mereka agama Islam merupakan saudara tua dari agama Sunda Wiwitan. Setelah meciptakan Adam dan agama Sunda Wiwitan di tanah Baduy, Tuhan mereka menciptakan Nabi Muhammad di Mekah dengan ajarannya Islam. Mereka tidak memandang adanya kehadiran agama selain Sunda Wiwitan dan Islam. Bagi mereka agama Hindu, Budha, Kristen, dan katholik Cuma agama ciptaan manusia saja. Karena itu mereka tidak menolak adanya bangunan KUA di dalama kawasan suku Baduy. Yang orang luar menyebutnya Baduy Islam.