Pak Idik itulah sosok orang Baduy yang kami wawancara seputar seluk beluk suku Baduy Dalam maupun Luar. Beliau merupakan kepala RT Kampung Gajeboh suku Baduy Luar. Orangnya ramah, sederhana (karena itu tuntutan agamanya), dan selalu patuh apa yang di katakan pemimpinnya. Kampong Gajeboh merupakan kampong ke-empat bila kita masuk ke suku Baduy. Di dalam suku Baduy sendiri terdiri dari 70 kampung Baduy Luar dan 3 kampung Baduy Dalam. Rata2 kampung yang ada di dalam desa Kanekes, kec Ciboleger, Kab lebak ini berdiri di pinggir2 aliran sungai. Seperti kebiasaan orang jaman dahulu yang mendirikan tempat pemukiman di pinggir2 sungai.
System pemerintahan dalam suku Baduy boleh dikatakan rapi. Mereka dipimpin oleh 3 kepu’unan (3 Kampung Baduy dalam) Cibeo, Cikeurta Warna, Cikeusik. Pu’un merupakan pemimpin tertinggi di bidang agama dan adat. Mereka membawahai masing2 beberapa kampung. Pembagian kampung belum jelas menurut saya, serta hubungan antar pu’un n kebijakannya masih menjadi PR buat saya. Pu’un juga membawahi 1 Jaro (yang bisa disebut lurah, jawara, kepala pemerintahan, kepala keamanan). Jaro ini bertanggung jawab terhadap ketertiban, penjagaan keamanan, palang pintu masuk, serta penjagaan dan pemurnian ajaran mereka dari budaya asing termasuk semua budaya selain budaya mereka.
Sunda Wiwitan itulah agama yang mereka anut. Bagi mereka, mematuhi adat adalah beribadah. Sekilas tentang asal muasal Sunda Wiwitan. Jaman dahulu sang Pangeran (Allah) menciptakan Nabi pertama yang di beri nama Adam. Suku baduy percaya, Adam ini mempunyai kekuatan misterius, dapat berpindah tempat dengan cepat, kebal terhadap senjata dan mampu menyembuhkan orang. Kebetulan adam ini di lahirkan di kawasan bukit Baduy yang sekarang ditinggali oleh suku Baduy. Adam ini melahirkan anak cucunya disini. Beliau mengajarkan agama yang dibawa dari TUhan dengan nama Sunda WIwitan. Bentuk agama ini menurut saya merupakan aliran kepercayaan. Tidak ada ritual khusus dari agama ini. Hanya saja ada semacam ritual yang di beri nama Kawalu. Kawalu ini merupakan bentuk lain puasa, tetapi hanya membatasai hal2 yang di sukai saja, seperti : rokok, makan ayam, ikan dari beli sayur, dll. Mereka hanya makan nasi yang dimasak dari batang bambu dibakar dan lauknya dari ikan hasil tangkapan mereka sendiri. Pelaksanaan Kawalu bersifat optional. Ada yang 1 hari dalam 1 bulan, ada pula yang 3 hari dalam 3 bulan. Pas perayaan Kawalu ini, biasanya suku Baduy tidak mau menerima tamu dari Luar Suku.
Merek juga mempercayai keberadaan agama Islam. Bagi mereka agama Islam merupakan saudara tua dari agama Sunda Wiwitan. Setelah meciptakan Adam dan agama Sunda Wiwitan di tanah Baduy, Tuhan mereka menciptakan Nabi Muhammad di Mekah dengan ajarannya Islam. Mereka tidak memandang adanya kehadiran agama selain Sunda Wiwitan dan Islam. Bagi mereka agama Hindu, Budha, Kristen, dan katholik Cuma agama ciptaan manusia saja. Karena itu mereka tidak menolak adanya bangunan KUA di dalama kawasan suku Baduy. Yang orang luar menyebutnya Baduy Islam.
1 komentar:
setiap orang mempunyai kepercayaan masing-masing. ya tho.. hehehehehe...
Posting Komentar