Selasa, 07 Oktober 2008

kakekku tercinta, selamat jalan....

Tidak ada yang menyangka bahwa lebaran kemaren adalah saat terakhir bertemu kakekku. Aku masih melihat keceriaan di wajahnya, simpul senyum yang coba di buat demi anak cucunya. Waktu itu aku sudah merasa sedikit aneh dengan perangai kakekku. Beliau terkesan memaksakan tawa, mencoba akrab, dan sekedar menahan sesuatu hanya untuk bisa menyapa. Ketika pertama ketemu dirumahnya, aku sempat mencium tangannya. Sekedar berkata basa basi layaknya cucu kepada kakeknya. tanpa keluhan apapun, tetap semangat dalam bekerja.

AKu masih ingat ketika dulu beliau asyik menceritakan masa mudanya. Menceritakan keperkasaannya dalam menjadi arjuna. Menceritakan kehebatannya menjadi mandor proyek. Menjadi tentara rakyatnya jepang. Hingga dengan bangga berbicara dengan bahasa Jepang. Aku tahu cerita itu sering diulang-ulang, aku tahu cerita itu dianggap basi oleh anak cucunya yang lain, dan aku tahu bahwa bukan critanya sendiri yang penting, tetapi kesan kebersamaan seorang kakek dengan cucu-cucunya.

ketika beliau dengan bangga menceritakan kakek buyutku. AKu mencoba membayangkan kehebatannya. "kakek buyutmu itu menguasai ilmu pati geni, benda panas apapun yang di pegangnya akan terasa dingin. Dia pernah memegang gorengan dengan tangan, membolak-balik gorengan dengan tangan." hebat sekali kakek buyutku ini. Oh kakekku, aku tahu engkau orang yang tidak gampang menyerah, aku tahu engkau orang yang tidak gampang menyerah, orang yang memegang teguh semua prinsip-prinsipmu.

Kakek...saat ini engkau sudah tenang. Engkau beristirahat di kuburmu, tapi aku tidak bisa menemanimu, aku tidak mampu datang menjengukmu, aku hanya mengirimkan doa dari sini. kakek, maafkan cucumu ini... Aku masih ingat ketika untuk pertama kalinya engkau mengajariku main catur, ketika aku berpikiran untuk mengalahkanmu adalah hal mustahil sampai engkau untuk mengalahkanku tidak mungkin. Kakek...Kata orang engkau bagai arjuna. Dengan posturmu yang pendek bisa mendapatkan srikandi secantik dan se semampai nenekku.

Kakek...prinsipmu itu akan selalu ku pegang teguh. "le, kowe di wenehi anggota tubuh lengkap, ra kurang opo-opo. yo kuwi sing kudu mbok dadeke modal dinggo urip. wis samono, TINDAKNO!!!!" kata-kata yang gampang dicerna, gampang didengar, tapi membuat menggigil badan. Sangat suah untuk dilaksanakan. Mengusik rasa kejantananku, mengusik rasa lanangku, mengusik rasa arjunaku, dan mengusik rasa harus bisa seperti itu.

Kakek..semoga arwahmu diterima disisiNya, semoga semua amal ibadahmu diterima, semoga semua dosamu di ampuni Allah SWT, semoga akan lahir 'Mbah Sastro-Mbah Sastro' baru di kalangan anak cucumu. semoga akan lahir prinsip2 hidupmu yang telah bersemayam mengikuti jasadmu, semoga apa yang kamu capai bisa berguna unutk anak cucumu.

Ya Allah...terima amal ibadah kakeku ini, ampunilah semua dosa2nya, berikan tempat yang layak untuknya disisimu, jangan biarkan kakekku ini merasakan hawa api neraka, jangan biarkan kakekku ini merasakan siksamu yang amat pedih, berikan kebahagiaan kepadanya, karena hanya Engkaulah yang bisa memberikan semua itu.
Ya Allah...apapun yang terjadi di dunia ini, tidak lain karena kehendakmu, maafkan kami bila kami telah menyia-nyiakannya. maafkan kami karena kami tidak bisa menjadi yang terbaik buatnya. Kakek...Maafkan kami...Kami sudah memberi maaf buatmu.
Terima Kasih Kek untuk semua

Selamat jalan Kek...

Tidak ada komentar: