Jalanan di perempatan Slipi Jaya sudah mulai rame. Dari arah Gatot Subroto ku putuskan belok kiri ke arah Pasar Slipi. Roda Spin ku menyusuri jalanan yang sangat padat. Arah semakin tidak jelas, entah ada angkot yang ngetem, kendaraan yang terparkir di kiri jalan, motor-motor yang melawan arah dan tidak mau ngalah, serta jalan yang begitu sempit. Pertigaan.. aku harus belok kiri ke pertigaan itu dan mencari Alfamart terdekat. Tidak semudah itu, angkot dan mobil semakin tidak karuan. Kendaraan parkir di kanan kiri jalan. Padahal tadi aku melihat kantor polisi yang masih berdiri di sana.
Mungkin mereka telah lelah mengatur kendaraan yang tak kunjung tertib. Untung aku bisa keluar dari kemacetan begitu cepat. Alfamart anggrek..., aku lupa kelanjutan namanya. Menuju sebelah kiri tepat di depan Alfamart yang berada disisi kanan jalan.
Oh mana hapeku, ”bos, aku sudah di depan Alfamart...”. "o ya tunggu aja di situ ya..”. tidak berapa lama Jaka (bukan nama sebenarnya, atas permintaan yang punya nama) menghampiriku dengan Honda Supra 125 X. Dia menyuruhku mengikutinya. Ada seorang penjual es buah. Motornya berhenti tepat di depan pedagang itu. "dua es di bungkus pak..” ah temenku ini, dia selalu berprinsip untuk memuliakan tamu. Hehehe walaupun tamunya aneh seperti aku. Selang beberapa saat kumandang adzan maghrib bergema di balik gedung dan perumahan. Aku perkirakan letaknya tidak begitu jauh. ”pak, esnya tidak usah dibungkus. Dimakan disini aja..”. enak juga es buah ini, selain karena pelepas dahaga, seharian berpuasa juga karena es ini gratis. Bro...thx ya...
Kami berhenti didepan pintu gerbang sebuah rumah. Wow...bagus juga rumah ini, pantes sewa kosnya mahal. ”kamarku di lantai 2”. Lengkap juga fasilitasnya disini, TV Kabel dan ’internet’. Yang terakhir ini sebenarnya bukan fasilitas kos, tetapi karena temenku menyebutnya begitu ya aku ikut aja. Daripada diusir pulangnya jauh men.
Sarung warna coklat kotak-kotak aku pake. Sudah waktunya sholat Isya rupanya. Masjidnya ga begitu jauh dari kos, tapi agak memutar dan melewati satu pintu kecil. Disini sholat terawihnya enak, tidak ada ceramah, doa dan delapan rekaat, empat rekaat salam. Dasar pemalas... selesai juga sholat terawih yang menurutku panjang ini. Aha makan...makan...!!!!! dari tadi aku belum makan besar. Masih keroncongan juga perut ini menahan lapar. Aku mencari cari sandal coklatku, merk abbe. Asal tahu saja sandal inisangat bersejarah, dulu aku membelinya tidak sengaja di kebun binatang ragunan. harganya Cuma 10.000, murah kan... kedua temenku sudah jalan keluar masjid. Selain sama si jaka aku juga sholat bareng joko, temenku satunya lagi, yang satu kos dengan jaka. ”sandalnya ga ada ya bos...?, dulu aku juga pernah kok” tahu juga si joko ini.
Jalan kaki tanpa sandal... ga papa sih, lagian sandalnya harganya murah. Sebenarnya bukan karena itu aku nyesal, tetapi karena kerugian imaterialnya. Gimana coba kalau ada cewek cantik melihat tampangku yang ganteng ini tanpa sandal. Walaupun itu Cuma sandal jepit, tapi kan di era modern ini sandal sudah menjadi bagian hidup kalau tidak mau di sebut lifestyle. ”biar aku belikan sandal jepit di Alfamart ujung sana ya...?” benar2 memuliakan tamu si jaka ini.
Sandal jepit baru... nyaman juga pakai sandal jepit. Tidak pernah aku senyaman ini dalam hidupku. sebagai pengganti kecewaku, ayam bakar paha, 2 piring nasi dan 1 lalapan besar aku lahap. Huh kenyang... semoga orang yang mengambil atau tidak sengaja mengambilnya, menukarnya atau entah bagaimanapun, sandalku itu bisa termanfaatkan dengan baik.
2 komentar:
Mega Pro mu neng ndi nang?
di gawa adiku kiye...
Posting Komentar