Rabu, 22 Oktober 2008

Kebetulan dan Takdir

Beberapa waktu yang lalu setelah meninggalnya kakekku, tepatnya hari jumat tgl 17 Oktober 2008. Temenku yang dulu merupakan temen kuliah mantan pacarku. Yang entah kenapa ternyata orangnya asyik, dalam hal ilmu agamanya bagus, dan suka member nasehat bagus juga buatku. Ia bercerita tentang keluarganya yang baru aja dapet musibah. Aku sih kurang jelas dengan ceritanya itu. Awalnya aku kira maen2. Soalnya ini anak hobbynya emang ngerjain aku. Entah berapa kali sudah aku di kerjainnya. Mungkin saat itu puncaknya aku tidak percaya lagi dengan pernyataan dan kenyataan darinya. Kurang lebihnya dia bercerita bahwa kakaknya yang ada di Nusa Tenggara, aku lupa Barat or Timur sedang bertengkar hebat dengan mertuanya. Bahkan sampai2 kakaknya itu mau di bunuh segala. Temenku ini sangat sedih, nangis n minta bantuanku untuk meminjamkannya sejumlah uang. Tidak banyak sih paling Cuma beberpa juta. Karena yang di pulangkannya itu kakaknya beserta anak istrinya.

Hati tersentuh juga, sebenarnya tanpa dia banyak member alasan pun aku juga akan member dia bantuan atau pijaman. Aku berpikir masih punya sedikit tabungan walaupun masih di bawa ortuku. Masih punya sedikit bisnis voucher. Karena itu semua maka aku setujuin permintaannya.

Malam harinya aku di telp penjaga konterku. Tumben-tumbenan ni anak telp aku. Biasanya sama sekali tidak pernah. Bahkan dari nada telp itu terdengar sesuatu yang sangat penting sekali. Aku sebenarnya ogah-ogahan juga kesana. Kalau aku kesana bisanya karena keinginanku, bukan karena dia. Buakn masalah sombong lho…Cuma kalau aku udah cape aku ga mau kemana-mana. Aku paksain juga kesana.untuk membuka pembicaraan dia sangat berat. “mas, konter kecurian..yang ke sisa Cuma kartu perdana”. Entah ini suatu kebetulan atau sudah di takdirkan. Aku masih bisa tersenyum dan tertawa. “tenang, uang masih bisa dicari”. Katanya dia merasa bahwa siangnya sangat malas buat buka konter. Kakanya merasa lemas, adik2nya juga. Tetapi dia maksain itu karena ada tanggungan. Huh…entah….

Untuk menghilangkan stress kami berdua main Playstation sampe sepuasnya. Aku sendiri lupa sampe jam berapa. Dalam hati aku masih tenang soalnya masih punya tabungan di kampong. Beberapa hari kemudian aku mencoba nelp ke kampong, ternyata jawabannya mengecewakan. Uangku sudah habis. BAGUSSSSSSSS!!!!!!!!!! Aku tidak akan bertambah kuat kalau aku tidak mendapat rintangan. Aku sangat percaya bahwa ujian ini untuk menguji seberapa besar imanku. Bahkan aku sangat percaya aku mampu melaluinya.
Kepikiran jgua sih buat minjem teman. Aku sudah berpikir keras, ah agak pesimis juga. Aku coba juga alternative ini. Paling tidak demi temanku yang mau menyelamatkan kakaknya. Masalah bisnis bisa di rintis lagi dari awal. Dasar orang pajak. Seperti yang aku duga. Apalagi sudah modern…tetapi ada satu temen yang siap memberikanku pinjaman walaupun kalau dia tidak punya juga akan dicarikan pinjaman ke orang lain. Salut buatmu teman. Dengan berbagai solusi, temanku yang berniat menolong kakaknya akhirnya dapat juga menolong kakaknya. Soalnya aku dapat utangan so aku aksih ke temn ku itu. Hehehehe, tapi aku bilangnya uangku sendiri. Soalnya kalo ga gitu dia pasti ga mau menerima uang itu. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat.


Selasa, 21 Oktober 2008

Semak Belukar

Beberapa teman lamaku yang dulu biasa2 aja sekarang berubah menjadi luar biasa. Beberapa lagi yang dulu luar biasa, sekarang berubah menjadi super duper luar biasa. Aku yang dari dulu biasa, sekarang masih tetap biasa. Intinya dari beberapa teman lama dan teman baruku, membuka cara berpikirku sekarang. Aku harus berpikir ribuan kali kalo aku merasa yang terbaik. Bahkan untuk hal yang sangat sepele pun aku harus tertatih belajar merangkak. Jangankan yang skala ribet, yang sekala cemen pun banyak yang lebih mahir dariku. Kalau di runut kebelakang, apa sih yang bisa aku banggakan???? Kalau suatu prestasi diukur dari seberapa banyak meraih penghargaan dibidang akademik, jelas aku ga ada apa2nya. Kalau pun prestasi di ukur dari bidang ekonomi, apa lagi ini jelas bukan sebanding bagiku. Kalau memang prestasi di ukur dari social, berapa banyak sih bidang social yang bisa aku jalanin???berapa orang yang bisa aku tolong dengan kesosialanku?berapa orang yang merasa nyaman yang mengganggapku ada saatku ada??

Bagi seorang Blogger, prestasinya di ukur dari berapa banyak orang akan mengunjungi alamat blog nya. Untuk mendukung itu tentu saja di dukung oleh materi tulisan yang berkualitas. Mencoba memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri merupakan salah satu jalan untuk mencapai hal tersebut. Dulu aku bangga dengan travellingku yang aku menyebutnya backpacker. Memang itu merupakan suatu kebanggaan di kalangan komunitasku. Seberapa besar komunitasku itu, sama sekali tidak besar. Dari semua komunitasku itu seberapa banyak yang benar2 bangga padaku???atau kah mereka sebenarnya mencibir tetapi tampak bangga??

Ada salah satu temanku yang bilang, paling susah menjadi semak belukar dari pada cemara di ats bukit ataupun rumput kering. Semak belukar itu harus menjaga dirinya agar tidak sombong kepada rumput kering dan secara bersamaan harus menjaga diri agar tidak iri kepada cemara di atas bukit yang menancap kuat. Semua orang pasti mengalami hal ini. Permasalahannya berpa orang yang mampu dan mau menyadari hal ini. Berapa orang pula yang mau untuk bangkit dan berusaha menjadi cemara. Bukankah orang yang kuat itu lebih baik dari pada orang lemah yang bersabar??


Selasa, 07 Oktober 2008

kakekku tercinta, selamat jalan....

Tidak ada yang menyangka bahwa lebaran kemaren adalah saat terakhir bertemu kakekku. Aku masih melihat keceriaan di wajahnya, simpul senyum yang coba di buat demi anak cucunya. Waktu itu aku sudah merasa sedikit aneh dengan perangai kakekku. Beliau terkesan memaksakan tawa, mencoba akrab, dan sekedar menahan sesuatu hanya untuk bisa menyapa. Ketika pertama ketemu dirumahnya, aku sempat mencium tangannya. Sekedar berkata basa basi layaknya cucu kepada kakeknya. tanpa keluhan apapun, tetap semangat dalam bekerja.

AKu masih ingat ketika dulu beliau asyik menceritakan masa mudanya. Menceritakan keperkasaannya dalam menjadi arjuna. Menceritakan kehebatannya menjadi mandor proyek. Menjadi tentara rakyatnya jepang. Hingga dengan bangga berbicara dengan bahasa Jepang. Aku tahu cerita itu sering diulang-ulang, aku tahu cerita itu dianggap basi oleh anak cucunya yang lain, dan aku tahu bahwa bukan critanya sendiri yang penting, tetapi kesan kebersamaan seorang kakek dengan cucu-cucunya.

ketika beliau dengan bangga menceritakan kakek buyutku. AKu mencoba membayangkan kehebatannya. "kakek buyutmu itu menguasai ilmu pati geni, benda panas apapun yang di pegangnya akan terasa dingin. Dia pernah memegang gorengan dengan tangan, membolak-balik gorengan dengan tangan." hebat sekali kakek buyutku ini. Oh kakekku, aku tahu engkau orang yang tidak gampang menyerah, aku tahu engkau orang yang tidak gampang menyerah, orang yang memegang teguh semua prinsip-prinsipmu.

Kakek...saat ini engkau sudah tenang. Engkau beristirahat di kuburmu, tapi aku tidak bisa menemanimu, aku tidak mampu datang menjengukmu, aku hanya mengirimkan doa dari sini. kakek, maafkan cucumu ini... Aku masih ingat ketika untuk pertama kalinya engkau mengajariku main catur, ketika aku berpikiran untuk mengalahkanmu adalah hal mustahil sampai engkau untuk mengalahkanku tidak mungkin. Kakek...Kata orang engkau bagai arjuna. Dengan posturmu yang pendek bisa mendapatkan srikandi secantik dan se semampai nenekku.

Kakek...prinsipmu itu akan selalu ku pegang teguh. "le, kowe di wenehi anggota tubuh lengkap, ra kurang opo-opo. yo kuwi sing kudu mbok dadeke modal dinggo urip. wis samono, TINDAKNO!!!!" kata-kata yang gampang dicerna, gampang didengar, tapi membuat menggigil badan. Sangat suah untuk dilaksanakan. Mengusik rasa kejantananku, mengusik rasa lanangku, mengusik rasa arjunaku, dan mengusik rasa harus bisa seperti itu.

Kakek..semoga arwahmu diterima disisiNya, semoga semua amal ibadahmu diterima, semoga semua dosamu di ampuni Allah SWT, semoga akan lahir 'Mbah Sastro-Mbah Sastro' baru di kalangan anak cucumu. semoga akan lahir prinsip2 hidupmu yang telah bersemayam mengikuti jasadmu, semoga apa yang kamu capai bisa berguna unutk anak cucumu.

Ya Allah...terima amal ibadah kakeku ini, ampunilah semua dosa2nya, berikan tempat yang layak untuknya disisimu, jangan biarkan kakekku ini merasakan hawa api neraka, jangan biarkan kakekku ini merasakan siksamu yang amat pedih, berikan kebahagiaan kepadanya, karena hanya Engkaulah yang bisa memberikan semua itu.
Ya Allah...apapun yang terjadi di dunia ini, tidak lain karena kehendakmu, maafkan kami bila kami telah menyia-nyiakannya. maafkan kami karena kami tidak bisa menjadi yang terbaik buatnya. Kakek...Maafkan kami...Kami sudah memberi maaf buatmu.
Terima Kasih Kek untuk semua

Selamat jalan Kek...