Jumat, 12 September 2008

Rejeki hari Ini

panas juga naik motor dari Pasar Minggu ke Setia Budi. Jaraknya jauh, macet, melewati banyak polisi jaga, dan parahnya aku lupa lagi tempatnya. Menikmati pemandangan di kanan kiri jalan Rasuna Said. Koperasi Darren Smart, aku mencari nama itu dari tadi. Nihil, sepanjang jalan cuma ada gedung2 bertingkat yang dengan angkuh berdiri tegak. Masa sih aku harus menyerah?. Walaupun aku sedang puasa, aku ga bakalan menyerah. Tinggal sedikit lagi, bisikan hatiku ke telingaku. Dua dari tiga wanita berkerudung itu aku kenal, ha...mereka teman lamaku. dulu kami pernah kerja di satu kantor. Kalau aku sudah melihat mereka, berarti koperasi itu sidah dekat.

Kurang dari seratus meter setelah aku melihat tiga wanita tadi ada pintu masuk sebelah kiri menuju koperasi yang kumaksud. Waktu ashar telah tiba, tepat aku mematikan motorku dan kujajarkan dengan motor lain. 'Selain karyawan silakan parkir disini' itulah kira2 tulisan yang terpampang dekat area motor2 ini. "Mas Deni, udah waktunya Ashar, mo turun ga?aku tunggu di bawah ya..." dari pada aku harus naik ke lantai 3, tempat Mas Deni kerja, mending aku tunggu aja dia di bawah. Toh dia pasti sholat berjamaah kok.

"Assalamu 'alaikum...gimana kabarmu nang?". " Baik mas, sholat dulu yuk mas?". kerinduan kepada sang khalik bisa terobati hanya dengan kita menghadap langsung ke DIa. Tiada Tuhan selain Allah, itulah keyakinan ku sejuta persen. Seperti biasa aku berdoa kepadaNya. ada tiga doa yang biasa kupanjatkan, ya Allah berilah hambamu ini istri yang sholehah (asal tahu saja, saat ini kebutuhan saya yang paling mendesak adalah seorang istri. Bagiku, siapapun yang akan menjadi istriku, insyaAllah dia orang yang sholehah), berilah hambamu ini anak yang sholeh (huh kelanjutan dari istri sholehah), berilah hambamu rejeki yang halal (hehehe katanya kita tidak boleh minta rejeki yang halal, kata temenku kita hanya boleh minta rejeki yang baik).

Lantai 3 suasananya agak ramai. temen2ku yang dulu pada ngumpul. mereka sangat menghormati tamu dan mereka merasa senang ada yang datang silaturakhim. Heheheh, kata2 terkahir ini bisa jadi tidak benar seratus persen. Tujuan utamaku datang kesana adalah mengambil hasil pejualan Pakaian Batik dan kaos Batikku. Alhamdulillah, dalam dua bulan laku tiga ratus tujuh puluh lima rupiah. Aku jadi ingat di sepanjang jalan tadi, ada ibu2 yang menggendong anaknya sambil meminta-minta. Mereka dalam kesusahan. Bagiku rejeki ini asal bisa buat mengusir rasa laparku, itu sudah cukup. terima kasih ya Allah.

Setengah lima aku balik ke Pasar Minggu. Ada yang Ultah rupanya. Bungkusan Hoka2 Bento yang belum terbuka menumpuk disisi meja. Astagfirullah, aku semapt berpikiran apakah aku akan mendapatkan bagian. "Mas!!!minta hokben nya satu lagi buat danang" teriakan temenku membuatku kaget dan merasa sedikit senang. Bagaimanapun juga aku tadi telah berharap untuk mendapatkan HokBen itu. Allah ternyata begitu cepat mengabulkan permintaanku, bisik hatiku. "Maaf, Hokben yang dibawah sudah habis" sautan dari bawah menjawab teriakan tadi. "Maaf ya nang...". 'ga apa pa kok.." seberapa keraspun kita mengejarnya kalau belum di takdirkan jadi milik kita, tidak bakalan kita mendapatkannya.

Udah deh aku sholat maghrib aja. hari ini aku buka pake teh manis sudah cukup. Selesai sholat, masih ada ta'jil berupa gorengan dan sedikit air es. Lumayan...nyami... aku makan gorengan bareng temenku bapak2, kami sama2 belum makan besar. "Mas Danang, ini masih ada dua HokBen silakan dimakan" ini orang yang sama yang mengatakan bahwa HokBennya telah habis. Memang kita merasa bahwa Allah sering tidak mengabulkan do'a hambanya, tetapi sebernya itu cuma masalah waktu. Cepat ataupun lambat hanya Allahlah yang tahu.

Tidak ada komentar: